PORTAL BANTEN - Visi Meilani Lensun, seorang perempuan muda berusia 25 tahun asal Desa Senduk, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, telah menapaki perjalanan karir yang menginspirasi. Saat ini, ia tengah menjalani bulan keempatnya bekerja di Lippo Plaza Manado setelah sebelumnya berpengalaman sebagai barista di sebuah kafe dan SPG di Matahari.
"Sebelumnya bekerja sebagai Barista Cafe, kemudian SPG di Matahari," ungkapnya.
Visi adalah lulusan D3 Komputer dari Politeknik Negeri Manado. Bagi Visi, dunia kerja bukan sekadar tempat untuk mendapatkan penghasilan, melainkan juga arena untuk belajar dan mengembangkan diri. "Dunia kerja adalah ruang belajar tanpa batas," tegasnya.
Salah satu tantangan yang paling berkesan baginya adalah saat harus menghadapi pelanggan yang emosional. "Harus menangani pelanggan yang marah," jelasnya.
Di luar kesibukannya, Visi menyempatkan diri untuk bersosialisasi dengan teman-teman dan memberi waktu untuk diri sendiri beristirahat. Ia memegang dua prinsip penting dalam hidupnya: empati dan kerja keras.
Ketika beban pikiran mulai menumpuk, Visi memilih untuk melakukan aktivitas yang menenangkan, seperti hiking atau pergi ke pantai. "Hiking atau ke pantai," ujarnya.
Ketika ditanya tentang makna pekerjaan, Visi menjelaskan bahwa bekerja adalah sarana untuk mencapai tujuan hidup. "Selain itu juga memberikan kesempatan untuk belajar, berkembang," kata perempuan kelahiran Senduk, 30 Mei 2000 ini.
Untuk perempuan muda lainnya yang ingin mandiri, Visi memiliki pesan yang sederhana namun mendalam: bangun rasa percaya diri, jangan takut mencoba, dan buang rasa gengsi. "Terakhir tidak gengsi," ujarnya lugas.
Meski terlihat kuat, Visi mengakui bahwa ia pernah merasakan titik terendah dalam hidupnya. Namun, ada satu hal yang selalu menjadi sumber kekuatannya: keluarga. "Keluarga adalah hal yang membuatku tetap bertahan," katanya.