PORTALBANTEN -- Kepergian Hendri Klow, ayah penyanyi Sarwendah, menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga. Sarwendah mengungkapkan betapa kedua putrinya, Thalia dan Thania Onsu, sangat merasakan kehilangan sosok kakek yang begitu dekat dengan mereka.
"Mereka pastinya sedih banget, apalagi dia tiap hari nelponin mereka 'kesayangan Yeye mau makan apa?' sedih banget," kata Sarwendah saat ditemui di rumah duka Grand Heaven, Penjaringan, Jakarta Utara.
Dalam momen penuh haru ini, Sarwendah mengenang kebiasaan ayahnya yang selalu memberikan uang kepada cucu-cucunya. Kini, Thalia dan Thania berinisiatif menyiapkan bekal untuk sang kakek di alam baka melalui tradisi "uang arwah". Tradisi ini merupakan bagian dari adat Tionghoa yang dikenal dengan sebutan Jinzhi, di mana uang kertas dibakar sebagai simbol kiriman bekal kepada orang yang telah meninggal dunia.
"Jadi kaya sedih banget. Terus sekarang mereka adalah kan Yeye paling sering kasih mereka duit, duit celengan yang selalu pecahan itu fix duitnya dari Yeye," ungkap Sarwendah.
"Jadi sekarang dia lagi bikin kan kalau tradisi itu ada uang kertas yang nanti dibakar nanti setelahnya bakal jadi bekal Yeye di sana gitu, dia bilang dia lagi mau kirimin banyak uang buat Yeye," lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.
Saat ini, jenazah Hendri Klow disemayamkan di rumah duka Grand Heaven, Jakarta Utara. Anak-anak Sarwendah, termasuk Betrand Peto, terlihat selalu hadir dalam setiap prosesi pemakaman.
Meski merasakan kesedihan yang mendalam, Sarwendah menyatakan bahwa kedua putrinya sudah mulai memahami kepergian kakek tercinta mereka. "Dia juga udah lumayan ngerti, sama Thalia dan Tania juga," pungkasnya.
Hendri Klow meninggal dunia pada Sabtu (19/7/2025) di usia 63 tahun. Sarwendah mengungkapkan bahwa sang ayah mulai dirawat di rumah sakit sejak Rabu (16/7/2025) setelah mengeluhkan sakit perut. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa Hendri mengidap batu empedu.
Rencananya, jenazah mendiang akan dikremasi pada 23 Juli 2025, sesuai dengan perhitungan feng shui. Setelah proses kremasi, abu jenazah akan dilarung ke laut sesuai tradisi keluarga.*