PORTAL BANTEN – Tiktoker Wendy Ayu kembali menjadi bahan perbincangan hangat warganet usai sederet tudingan terhadapnya viral di media sosial. Sosok yang selama ini dikenal sebagai konten kreator dengan branding sebagai UI/UX designer dan pekerja remote, kini digugat keotentikannya oleh publik maya.

Wendy yang kerap membagikan keseharian estetik di TikTok dan mengaku sebagai desainer digital, dituding memalsukan latar belakang pendidikan, mencuri foto dari Pinterest, hingga melebih-lebihkan kemampuan profesionalnya.

Tudingan bermula dari unggahan akun TikTok @wendyayusetiawati yang mengklaim mengenal langsung Wendy saat mengikuti pelatihan dan magang UI/UX. Ia menyebut Wendy tidak menyelesaikan masa percobaannya dan hanya memperlihatkan aktivitas editing ringan serta membuka referensi dari Pinterest.

"Biasanya cuma buka Pinterest atau edit video YouTube, meskipun intronya, 'Hi, I'm Wendy. I'm a UI/UX designer, and let's work from home with me'," tulis akun tersebut yang memicu banyak komentar dari pengguna lain.

Hal yang tak kalah mengejutkan, Wendy juga disebut mencantumkan informasi palsu tentang riwayat pendidikannya. Dalam beberapa konten, ia mengaku sebagai mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Namun, berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), Wendy tercatat sebagai mahasiswa jurusan Tata Rias UNJ yang tidak menyelesaikan kuliah dan berhenti di semester tiga.

Sosok Wendy juga dituduh mencuri sejumlah foto dari Pinterest, mulai dari momen kencan hingga potret aktivitas harian. Warganet menyoroti bahwa sebagian besar unggahannya tidak orisinal dan diduga hasil manipulasi visual demi menjaga citra digitalnya.

Menanggapi sorotan tersebut, Wendy Ayu akhirnya buka suara melalui akun TikTok miliknya, @wendywoody, pada Kamis, 12 Juni 2025. Ia mengakui kesalahan dalam mempublikasikan data diri.

"Aku sadar pernah taruh jurusan Ilmu Komunikasi, dan itu murni karena kebodohan aku sendiri - bukan karena ada niat buat memalsukan," ungkap Wendy dalam video klarifikasinya.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya memang tidak menyelesaikan kuliah dan baru mulai belajar desain UI/UX sejak 2022 secara otodidak, terinspirasi dari platform seperti Behance, Dribbble, dan Figma Community. Wendy juga mengakui menggunakan aset publik dalam proses pembelajarannya, namun menegaskan bahwa tidak ada niat untuk mengklaim karya orang lain sebagai miliknya.