PORTALBANTEN — Peran Posyandu tak lagi terbatas pada layanan kesehatan ibu dan anak. Kini, lembaga berbasis masyarakat ini tengah berevolusi menjadi pusat layanan terpadu yang menjawab kebutuhan dasar warga di berbagai bidang. Posyandu Cendrawasih 2 di Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, menjadi contoh nyata transformasi tersebut.
Saat meninjau langsung lokasi pada Jumat (9/5/2025), Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, menegaskan bahwa wajah baru Posyandu adalah bagian dari visi New Posyandu yang dicanangkan pemerintah pusat. Enam inovasi yang dikembangkan di Posyandu Cendrawasih 2 tak hanya menjadi simbol adaptasi, tapi juga respons nyata terhadap kebutuhan masyarakat lintas sektor.
"Inovasi ini bukan hanya soal kesehatan. Kita bicara soal pendidikan, sosial, lingkungan, hingga kesiapsiagaan bencana. Posyandu kini menjadi titik temu seluruh upaya pelayanan masyarakat secara langsung dan partisipatif," ujar Tinawati.
Dukungan dari Tim Penggerak PKK, Kelurahan, dan masyarakat sekitar telah memungkinkan Posyandu ini mengimplementasikan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) secara menyeluruh. Inovasi yang dilakukan mulai dari program pencegahan anemia dan stunting, edukasi dini balita, bedah rumah sehat, gerakan kebersihan lingkungan, solidaritas sosial, hingga pelatihan kesiagaan bencana.
Camat Ciwandan, Agus Aryadi, mengakui bahwa keberhasilan ini tak lepas dari kekompakan lintas sektor. "Kami berangkat dari potensi lokal. Ibu-ibu kader, warga, dan tim kelurahan bergerak bersama. Itulah kunci mengapa Posyandu ini bisa menjawab enam bidang pelayanan publik sekaligus," jelasnya.
Selain meninjau layanan Posyandu, Tinawati juga berinteraksi langsung dengan pelaku ekonomi lokal yang memanfaatkan momentum Bazar UP2K dan hasil produksi Kelompok Wanita Tani. Ia menyebut Posyandu sebagai pintu masuk pemberdayaan ekonomi rumah tangga, bukan semata tempat timbang bayi dan imunisasi.
Di akhir kunjungan, berbagai bantuan simbolis turut disalurkan, termasuk alat bantu jalan untuk lansia, bibit tanaman, hingga bantuan gizi untuk keluarga berisiko stunting. Ini menegaskan bahwa pendekatan Posyandu kini lebih menyeluruh, menyentuh kesehatan, ekonomi, dan sosial sekaligus.
Transformasi Posyandu seperti yang terlihat di Cendrawasih 2 menunjukkan bahwa penguatan kelembagaan masyarakat di tingkat lokal bisa menjadi katalis perubahan nyata. Model seperti ini layak dijadikan inspirasi di berbagai wilayah lain dalam mendorong pembangunan berbasis komunitas.*