PORTALBANTEN -- Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengajak masyarakat mampu untuk berperan langsung dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui gerakan Orang Tua Asuh bagi keluarga berisiko stunting. Ajakan tersebut disampaikan saat penyerahan 50 paket nutrisi di Aula Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Program bantuan ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga dengan anak di bawah usia dua tahun (Baduta)—kelompok yang paling membutuhkan dukungan asupan gizi untuk mencegah risiko stunting.
“Orang tua asuh sangat penting untuk membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi keluarga berisiko stunting,” ujar Tinawati.
Tinawati juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama Gubernur Banten, Andra Soni, telah lebih dulu menjadi orang tua asuh bagi sejumlah anak stunting di berbagai wilayah Banten sebagai bentuk komitmen pribadi sekaligus teladan bagi masyarakat.
Diketahui, keluarga berisiko stunting umumnya berasal dari rumah tangga kurang mampu sehingga membutuhkan dukungan nutrisi tambahan untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat memperkuat ketahanan gizi keluarga-keluarga tersebut.
Sementara itu, Kabid Pengendalian Penduduk dan Perlindungan Anak DP3AKKB Banten, Erminawati, menjelaskan bahwa bantuan nutrisi disalurkan ke seluruh kabupaten/kota di Banten, disertai edukasi mengenai gizi seimbang dan pola asuh sehat bagi orang tua.
Pada kesempatan itu juga disampaikan bahwa enam daerah di Banten meraih apresiasi dari Menteri Dalam Negeri atas keberhasilan menekan angka stunting melalui program yang inovatif dan konsisten.
Gerakan kolaboratif ini menjadi pengingat bahwa upaya menurunkan stunting bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.
Warga sedulur Banten, mari ikut berperan. Jadilah bagian dari perubahan. Bantu keluarga sekitar agar anak-anak Banten tumbuh sehat dan kuat.