PORTAL BANTEN - Kabar datang dari Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun, Rafa Ramdhani, dilaporkan mengalami koma selama delapan hari setelah diduga menjadi korban salah diagnosis di sebuah rumah sakit milik pemerintah daerah setempat. Peristiwa tragis ini bermula ketika Rafa digigit ular weling berbisa saat tertidur lelap di rumahnya.

Insiden bermula pada 25 Juni 2025, saat Rafa tidur di kamar orang tuanya. Seekor ular weling sepanjang dua meter dengan belang hitam putih merayap masuk.

Ibu korban yang terkejut berusaha menepis ular tersebut, namun nahas, justru Rafa yang terkena gigitan di kaki kanannya.

Dalam keadaan panik, keluarga segera membawa Rafa ke mantri kesehatan desa. Karena keterbatasan peralatan, Rafa kemudian dirujuk ke RSUD Kajen.

Ironisnya, dokter di rumah sakit tersebut menyatakan bahwa gigitan ular itu tidak berbahaya dan memperbolehkan Rafa pulang hanya dengan memberikan obat tanpa penanganan lebih lanjut.

Kondisi Rafa justru semakin memburuk. Keluarga yang merasa menyesal dan kecewa dengan pelayanan RSUD Kajen, segera memindahkan Rafa ke RSI Pekajangan Pekalongan untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif.

Hingga saat ini, Rafa masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di RSI Pekajangan.

Pihak keluarga berharap Rafa segera pulih dan meminta pertanggungjawaban atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kondisi Rafa semakin parah.*