PORTAL BANTEN - Kabar duka menyelimuti operasi pencarian seorang kakek bernama Ayom (60) yang hilang di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Tim SAR gabungan menemukan Ayom dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang pada Selasa (24/5/2025).
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan bahwa korban ditemukan di tepi jurang dengan kedalaman sekitar 120 meter dan kemiringan tebing mencapai 80 derajat.
"Tim SAR menemukan korban di tepi jurang dalam keadaan meninggal dunia. Ketinggian kurang lebih 120 meter dengan sudut kemiringan kurang lebih 80 derajat," kata Desiana Kartika Bahari, Selasa (24/5/2025).
Tim SAR gabungan menemukan jasad Ayom sekitar pukul 15.26 WIB, saat melakukan pencarian di jalur Sungai Ciitiis. Tim yang berada di ketinggian 1.026 mdpl melihat korban di tengah jurang.
"Pukul 14.40 WIB SRU 1 menginformasikan ada indikasi survivor berada di tengah tebing curam di sekitar LKP. Pukul 15.26 WIB, posisi survivor (korban, red) terlihat kurang lebih 60 meter dari tengah sungai kering Ciitiis," kata Desiana.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian intensif terhadap Ayom, dengan menyisir tebing curam dan menggunakan drone untuk memperluas area pencarian.
"Betul, pagi ini dilanjutkan operasi SAR gabungan hari kedua pencarian orang tersesat di Gunung Salak," kata Desiana Kartika Bahari dalam keterangannya, Selasa (24/6).
Operasi SAR pada hari itu dibagi menjadi tiga unit tim pencarian (SRU) yang menyusuri titik-titik berbeda yang diduga dilalui korban. Peralatan SAR, termasuk drone, dikerahkan untuk mencari keberadaan Ayom.
"Tim SAR gabungan melakukan briefing dan membagi menjadi 3 SRU. SRU I pencarian terfokuskan di aliran Sungai Ciitiis kurang lebih 2 km, SRU II penyisiran jalan setapak dari simpang Kapin ke Pohpohan, dan SRU III pencarian dari Leuweung Bobojong sampai LKP," kata Desiana.*