PORTAL BANTEN - Tepat pada 1 Juli 1976, bersamaan dengan Hari Bhayangkara ke-79, pelatih sepak bola, Patrick Kluivert juga berulang tahun, ia lahir di Amsterdam, dari keluarga yang bernapas sepak bola. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan si kulit bundar, mengasah bakat di jalanan sebelum bergabung dengan akademi Ajax Amsterdam di usia tujuh tahun.
"Di jalanan Amsterdam, saya belajar banyak hal, bukan hanya skill sepak bola tetapi juga karakter, mental, dan sportifitas," kata Patrick Kluivert.
Di usia 18 tahun, Kluivert mencetak gol penentu kemenangan Ajax di final Liga Champions 1995. Sejak itu, namanya melesat, menjadi bagian dari generasi emas Ajax dan bersinar di Barcelona selama enam musim, mencetak 124 gol dari 249 laga.
Sepanjang satu dekade (1994-2004), Kluivert memperkuat Timnas Belanda. 40 gol dari 79 penampilan menjadi bukti ketajamannya, menjadikan dirinya pencetak gol keempat terbanyak sepanjang sejarah Belanda. Prestasinya di level internasional semakin gemilang dengan raihan top skor bersama di Euro 2000. Pengakuan dunia datang ketika namanya masuk dalam daftar FIFA 100 versi Pele pada 2004.
"Terpilih dalam FIFA 100 adalah suatu kehormatan, sebuah pencapaian yang tak pernah saya bayangkan," kenang Kluivert.
Setelah gantung sepatu, petualangan Kluivert berlanjut sebagai pelatih. Ia mengawali karier kepelatihannya sebagai asisten pelatih di berbagai klub, termasuk AZ Alkmaar, NEC, hingga Brisbane Roar. Pengalamannya sebagai pelatih timnas Curaçao dan asisten Louis van Gaal di Piala Dunia 2014, serta perannya sebagai direktur olahraga di PSG, membentuknya menjadi pelatih global.
Pada 8 Januari 2025, PSSI menunjuk Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia. Kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan menandai babak baru dalam kariernya. Memimpin Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kluivert mengalami suka duka. Dua kemenangan dan dua kekalahan menunjukkan perjalanan yang tak selalu mulus. Namun, lolos ke putaran keempat tetap menjadi bukti kerja keras dan tekad tim.
"Tantangan melatih Timnas Indonesia sangat berbeda, tapi saya sangat menikmati perjalanan ini. Para pemain Garuda memiliki potensi besar," ujar Kluivert.
Misi besar menuju Piala Dunia bersama Timnas Indonesia menjadi tantangan sekaligus harapan baru. Kisah Kluivert bersama Garuda masih panjang, sebuah perjalanan yang penuh dinamika, berharap membawa Indonesia terbang tinggi di kancah sepak bola internasional.*