PORTAL BANTEN - Seorang pengantin wanita membagikan kisah mengejutkan di media sosial tentang apa yang ia alami di malam pernikahannya.

Tanpa sengaja, ia mendengar percakapan kakak iparnya yang meminta emas dan uang hasil pernikahan untuk digunakan sebagai mahar di pernikahan.

Kejadian itu membuat sang pengantin merasa kecewa dan bertanya-tanya apakah pernikahan yang baru dimulai itu layak dipertahankan.

kisah ini bermula ketika sang wanita dan suaminya memutuskan menikah secara mendadak setelah diketahui bahwa dirinya hamil.

Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di rumah orang tua suaminya bersama adik perempuan suaminya dan anak-anaknya. Kakak laki-laki suaminya telah berkeluarga dan tinggal di rumah sendiri.

Sang suami merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Adik perempuannya, yang sudah bercerai dan memiliki anak, tinggal bersama orang tua mereka.

Sejak awal, wanita ini sudah merasa tidak nyaman dengan sikap adik iparnya yang sering menggantungkan hidup pada keluarganya dan tidak ikut mengurus anak-anaknya sendiri.

Saat pernikahan digelar, orang tua mempelai wanita meminta mahar sebesar Rp50 juta dan tujuh nampan hantaran.

Jumlah tersebut dianggap wajar di kampung halamannya. Meski orang tua suami tidak mempermasalahkan, saudara laki-laki suaminya justru menyindir dengan nada sinis bahwa mempelai wanita sudah hamil tapi masih menuntut mahar tinggi.