PORTAL BANTEN - Sejumlah perwakilan masyarakat Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, melakukan inspeksi mendadak ke Taman Safari Indonesia (TSI) untuk menanggapi dugaan pencemaran yang mengubah kualitas air sungai yang mengalir ke Kampung Joglo dan Kampung Baru.

Dalam dua hari terakhir, warga merasakan adanya perubahan mencolok pada kondisi air yang dikhawatirkan dapat memengaruhi kesehatan masyarakat dan ekosistem di sekitarnya.

“Kami sudah meninjau langsung sejak pagi tadi agar tidak ada prasangka atau fitnah terkait masalah air yang dialiri dari mata air Curug Jaksa maupun Curug Pariuk di dalam Taman Safari,” kata Deden, Ketua RW 08, saat berada di lokasi, Kamis (28/08).

Deden menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk memperburuk situasi, melainkan untuk mendapatkan kejelasan mengenai kondisi sebenarnya.

Setelah sidak, warga Desa Cibeureum juga menyoroti menurunnya hubungan sosial antara manajemen PT Taman Safari Indonesia (TSI) dan masyarakat sekitar.

“Persoalan limbah air ini justru jadi wasilah (perantara) untuk kembali bertatap muka dan menyampaikan unek-unek masyarakat,” ungkap Deden.

Ia menilai bahwa Taman Safari, yang seharusnya memberikan dampak positif, justru semakin menjauh dari warga. “Padahal, perusahaan sebesar ini seharusnya bisa menjadi mitra yang baik bagi masyarakat,” tambahnya.

Pandi Rahman, staf desa Cibeureum, menyampaikan ketidakpuasan terhadap penjelasan pihak TSI mengenai kondisi air dan danau di kawasan tersebut.

“Kami minta data jelas: berapa volume air danau, berapa debit yang keluar per detik saat pembuangan, serta kondisi di titik-titik aliran. Jangan sampai ada yang ditutupi,” tegas Pandi.