PORTALBANTEN — Puluhan warga Kampung Babakan RT 02 RW 05, Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor untuk memprotes keberadaan peternakan sapi milik Muhammad Solihin alias Ence, Senin (19/5/2025). Peternakan yang telah beroperasi sejak 2020 itu dituding mencemari lingkungan dan menyebabkan gangguan kesehatan, khususnya di kalangan anak-anak.
Menurut warga, limbah kotoran sapi dari peternakan tersebut mengalir ke selokan-selokan permukiman dan diduga menjadi penyebab meningkatnya kasus diare di lingkungan mereka.
“Kami sudah kirim surat ke DLH sejak 6 Mei 2025, tapi belum ada respon. Anak-anak kami sakit diare, dan lingkungan jadi tidak nyaman,” kata Syarif (46), salah satu perwakilan warga.
Warga yang datang berharap ada solusi cepat dari DLH. Namun, mereka kecewa karena sikap tidak ramah yang ditunjukkan oleh staf DLH bernama Titin, yang menerima kedatangan warga dan justru dianggap mempersulit.
“Kalau mau datang ramai-ramai harus sesuai prosedur dulu, nanti saya sampaikan ke Pak Kadis. Sudah dicek belum ke peternakannya?” ujar Titin kepada warga, yang sontak memancing amarah mereka.
Syarif menegaskan bahwa kunjungan ke DLH bukan untuk “bertamasya”, melainkan bentuk serius dari warga dalam menyampaikan keresahan terhadap pencemaran lingkungan.
“Kami datang bukan untuk bersenang-senang. Ini keluhan serius. Peternakan itu tidak jelas izinnya, dan belum pernah ada sosialisasi ke warga sejak berdiri lima tahun lalu,” katanya.
Warga menyatakan siap menempuh jalur hukum apabila DLH tidak segera menindaklanjuti laporan. Mereka juga mempertanyakan legalitas peternakan yang diduga belum memiliki dokumen lingkungan seperti UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan).
“Kalau DLH tetap diam, kami tidak akan segan membawa kasus ini ke ranah hukum dan menyeret pejabat yang berwenang,” tegas Syarif.