PORTAL BANTEN - Warga di Tangerang Selatan kembali menunjukkan kepedulian mereka terhadap pendidikan anak-anak di lingkungan sekitar. Kali ini, mereka menutup akses jalan menuju SMAN 6 Tangsel yang terletak di Jalan Pamulang Permai Barat 1, Kecamatan Pamulang. Penutupan ini dilakukan dengan mengunci semua portal yang mengarah ke sekolah tersebut.
Dalam aksi tersebut, warga juga memasang spanduk bertuliskan ‘Penutupan jalan sementara. Akses ini ditutup karena sistem penerimaan siswa mengabaikan hak anak-anak kami bersekolah di lingkungan sendiri’. Suhendar, salah satu perwakilan warga, menjelaskan bahwa penutupan ini terpaksa dilakukan karena beberapa anak yang tinggal dekat sekolah tidak diterima dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.
“Kami melakukan ini dengan keadaan terpaksa, karena warga kami yang merasa ada di sini, dari awal bahkan sekolah ini berdiri tidak diterima bersekolah di SMA 6,” kata Suhendar, Kamis (3/7/2025). Menurutnya, ada sekitar sembilan anak yang tidak diterima, meskipun jarak rumah mereka dengan sekolah hanya berkisar antara 7 hingga 100 meter.
Suhendar menambahkan, meski telah menyampaikan permasalahan ini kepada pihak sekolah, hingga kini belum ada solusi yang memuaskan bagi warga. “Walau hanya jarak 100 meter, bahkan 7 meter, tidak diterima. Ini sudah kami sampaikan ke sekolah, tapi tidak ada titik temu,” terangnya.
Dengan aksi penutupan ini, warga berharap pihak sekolah dapat menyampaikan aspirasi mereka kepada pihak yang lebih tinggi. “Kami berharap kepada pihak sekolah untuk ke pihak yang lebih tinggi lagi, agar peraturan seperti itu yang merugikan warga sekitar dirubah,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Kepala SMAN 6 Tangsel, Yanto, menyatakan akan menyampaikan aspirasi warga kepada Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Ia berjanji untuk melampirkan nama-nama siswa yang dimaksud dalam laporan tersebut. “Kami telah menangkap apa yang diaspirasikan. Monggo kami siap menyampaikan aspirasi ke Dinas Pendidikan Provinsi, saya minta pengajuan surat dan dilampiri data siswa,” tandasnya.*