PORTALBANTEN -- Sebuah insiden yang melibatkan seorang wartawan bernama Enjen menjadi viral di media sosial. Kejadian ini terjadi di depan kantor Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis, 13 November 2025. Wartawan tersebut hampir menjadi korban pengeroyokan saat hendak mengonfirmasi Anggaran Dana Desa (ADD).

Eris Rishariyadi SE., Kepala Desa Carenang, memberikan klarifikasi mengenai insiden tersebut. Dalam wawancaranya, ia membantah adanya tindakan intimidasi atau pengeroyokan. Menurutnya, situasi tersebut lebih kepada ajakan untuk berdiskusi secara baik di dalam kantor desa, mengingat saat itu ada persiapan acara MTQ SE Kecamatan Cisoka yang sedang berlangsung.

"Bukan pengeroyokan, tetapi kami mengajak Enjen untuk masuk dan berbicara dengan baik di dalam kantor desa. Kami tidak ingin ada keributan di depan kantor, apalagi saat persiapan acara besar," kata Eris, Kamis (13/11/2025).

Lebih lanjut, Kades menjelaskan bahwa tidak ada kontak fisik dalam kejadian tersebut. Ia menilai bahwa semua ini adalah hasil dari miskomunikasi.

"Kami sedang mengadakan kerja bakti untuk persiapan MTQ tanggal 28, dan ada sedikit miskomunikasi dengan salah satu media. Saya harap semua pihak dapat menjaga sikap agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di masa depan," tambahnya.

Menanggapi isu pemblokiran nomor wartawan, Eris mengakui bahwa ia memang memblokir nomor Enjen. Namun, ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan karena ada unsur negatif, melainkan untuk membatasi komunikasi yang dirasa terlalu mengganggu.

"Saya lebih memilih untuk tidak diganggu di luar jam kerja, karena sering kali beliau menghubungi saya di tengah malam atau pagi-pagi," ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai aduan bahwa ia jarang berada di kantor, Kades menjelaskan, "Sebagai kepala desa, 70% waktu saya dihabiskan untuk urusan di luar dengan masyarakat, dan hanya 30% di kantor. Beberapa minggu lalu saya juga sempat sakit, sehingga jadwal saya sangat padat. Saya selalu transparan mengenai keberadaan saya, dan jika ada yang ingin melapor, silakan saja, biar hukum yang berbicara."

"Saya siap kapan saja untuk dikonfirmasi mengenai kejadian kemarin, karena berita yang beredar tidak sesuai dengan kenyataan. Mari kita duduk bersama dan mencari solusi yang tepat," tutupnya. (Agi)