PORTAL BANTEN - Kisah inspiratif datang dari Bogor. Zaskia Zahra, siswi lulusan SMAN 1 Leuwiliang, kini tengah menempuh pendidikan di University of Toronto, Kanada, mengambil jurusan Electrical Engineering. Perjalanan Zaskia menuju universitas ternama ini tidaklah mudah, mengingat latar belakang keluarganya yang sederhana.
Ayah Zaskia Zahra adalah seorang pengemudi yang setiap hari mengantarkan karyawan dari Bogor ke Jakarta, sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Namun, keterbatasan ekonomi tidak menghalangi Zaskia untuk meraih mimpinya.
"Saya tidak datang dari keluarga yang memiliki banyak uang. Tapi itu bukan penghalang untuk mengejar mimpi," ujarnya, Rabu (25/6).
Keinginan Zaskia untuk belajar dan berkembang sangat besar. Bahkan, ia tidak mengikuti kursus formal untuk mendalami bidang teknik. Zaskia memilih untuk belajar secara otodidak dengan memanfaatkan internet, terutama dalam mempelajari bahasa asing.
"Saya lebih sering belajar sendiri, mencari informasi melalui internet, dan terkadang meminta bantuan guru dan teman-teman sekitar," ucapnya.
Zaskia memiliki cita-cita yang tinggi, yaitu mengembangkan industri semikonduktor di Indonesia. Ia melihat potensi besar yang belum dimanfaatkan secara maksimal di sektor ini.
"Saya ingin berkontribusi dalam mengembangkan industri semikonduktor di Indonesia," tuturnya.
"Sumber daya kita sangat besar, tapi kita masih belum banyak mengolahnya. Saya ingin berkolaborasi dengan teman-teman dari berbagai jurusan untuk mencapainya," sambungnya.
Menempuh pendidikan di luar negeri tentu bukan tanpa tantangan. Jauh dari keluarga, Zaskia merasa sangat bersyukur atas dukungan yang akhirnya ia dapatkan untuk mewujudkan impiannya.