PORTALBANTEN — Sebuah operasi kemanusiaan berhasil dilaksanakan di perairan Bengkulu, Jumat (18/4/2025). Sebanyak 118 warga Pulau Enggano, termasuk mahasiswa UIN Bengkulu, berhasil dievakuasi menuju Kota Bengkulu setelah sebelumnya terisolasi akibat pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai. Misi penyelamatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI AL, Badan Keamanan Laut RI (Bakamla RI), dan sejumlah unsur maritim daerah.

Operasi tersebut melibatkan Kapal Negara (KN) Pulau Marore-322 yang dikomandani Letkol Bakamla Putera Sitanggang. Kapal tersebut bersandar di luar alur pelabuhan sebelum proses debarkasi dilakukan menggunakan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Bakamla RI dan satu unit Rigid Bouyancy Boat (RBB) dari Lanal Bengkulu.

Komandan Lanal Bengkulu, Letkol Laut (P) Octo Manurung, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses evakuasi. Ia menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari komitmen bersama aparat keamanan laut dalam menjaga keselamatan warga di wilayah kepulauan dan perairan terpencil.

“Ini bukan sekadar operasi angkutan laut, tapi murni aksi kemanusiaan. Warga kita di Enggano selama ini kesulitan akses akibat kondisi pelabuhan, dan kami hadir untuk memastikan mereka bisa kembali dengan aman,” ujarnya.

Evakuasi dilakukan terhadap 118 orang, terdiri dari 66 mahasiswa UIN Bengkulu dan 52 warga umum, termasuk dua orang wanita yang sedang sakit dan empat anak-anak. Mereka langsung mendapat penanganan medis di dermaga menggunakan ambulance Balai Pengobatan Lanal Bengkulu.

Aksi ini diawali dengan koordinasi intens antarinstansi, termasuk Camat Enggano, KSOP Pulau Baai, Dirpolair Polda Bengkulu, serta Balai Karantina Bengkulu. Persiapan matang dan kolaborasi semua pihak menjadi kunci keberhasilan misi penyelamatan tersebut.

Letkol Octo menambahkan, sinergi TNI AL dan Bakamla RI menunjukkan betapa pentingnya kehadiran negara di wilayah perbatasan dan terpencil. Menurutnya, operasi seperti ini membuktikan bahwa aparat maritim tak hanya bertugas menjaga keamanan laut, tapi juga hadir langsung dalam situasi genting yang menyentuh kemanusiaan.

“Mudah-mudahan operasi ini jadi contoh kolaborasi positif di wilayah lain. Negara harus hadir di titik terjauh sekalipun,” tegasnya.

Hingga Jumat siang, seluruh warga dan mahasiswa yang dievakuasi dinyatakan dalam kondisi stabil dan telah mendapat penanganan sesuai prosedur. Proses pendataan dan penanganan lebih lanjut masih terus berlangsung di Pelabuhan Pulau Baai.*