PORTAL BANTEN - Musisi sekaligus anggota DPR, Ahmad Dhani, kembali mencuri perhatian setelah menyatakan kesiapannya merekrut Novi Citra Indriati alias Twister Angel sebagai staf ahli di DPR. Pernyataan ini muncul setelah Novi, vokalis band Sukatani, viral karena dipecat dari pekerjaannya sebagai guru di SDIT Mutiara Hati, Banjarnegara.
Pemecatan tersebut diduga terkait dengan lagu 'Bayar Bayar Bayar' yang dinyanyikan oleh band Sukatani, yang disebut-sebut mengkritik praktik pungutan liar oleh oknum kepolisian. Isu ini kemudian mendapat perhatian luas, termasuk dari Ahmad Dhani, yang menilai pemecatan Novi sebagai sesuatu yang tidak adil.
"Saya siap menerima vokalis Sukatani untuk bekerja, mungkin sebagai staf ahli saya atau asisten pribadi saya di DPR," kata Dhani. Ia juga menekankan bahwa gaji sebagai staf di DPR jauh lebih besar dibandingkan honor sebagai guru honorer.
Pernyataan Dhani ini memunculkan berbagai spekulasi. Ada yang menganggapnya sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama seniman, mengingat Dhani sendiri kerap bersikap vokal dalam isu-isu sosial dan politik. Namun, ada pula yang menilai langkah ini sebagai strategi untuk memperkuat citranya sebagai anggota DPR yang dekat dengan masyarakat dan berani bersuara.
Di sisi lain, Dhani mengklaim telah menghubungi Komisi III DPR RI untuk menyampaikan masukan kepada Kapolri terkait kasus yang menimpa Novi. "Saya tinggal WhatsApp Komisi III, lalu Komisi III tinggal telepon Kapolri. Itulah gunanya seorang seniman ada di DPR," ujarnya, baru-baru ini.
Terlepas dari motif di baliknya, langkah Ahmad Dhani ini semakin memperkuat citranya sebagai politikus yang tidak ragu mengambil tindakan dalam isu-isu yang menarik perhatian publik. Pertanyaannya, apakah ini akan menjadi langkah nyata dalam membela kebebasan berekspresi, atau sekadar bagian dari dinamika politik yang lebih besar?.*