PORTAL BANTEN — Upaya mewujudkan akses air bersih 100% bagi seluruh warga Jakarta terus diperkuat dengan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi yang digagas *Komunitas Warga Jaga Jakarta* (KOMWAJA) bersama PAM JAYA di Aula Amir Center, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Acara bertema *“Pentingnya Dukungan Warga dalam Inovasi dan Transformasi PAM JAYA Guna Percepatan 100% Cakupan Air Bersih di Jakarta”* ini menekankan pentingnya sinergi antara warga dan PAM JAYA untuk mempercepat pemerataan layanan air bersih yang aman dan berkelanjutan.

Ketua Umum KOMWAJA, **Anwar Sjani**, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari gerakan sosial warga Jakarta yang peduli terhadap pelayanan publik. Menurutnya, air bersih bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga tanggung jawab bersama untuk menjaga kualitas hidup dan lingkungan.

> “Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari solusi. Dukungan warga sangat dibutuhkan agar transformasi PAM JAYA berjalan efektif,” ujar Anwar.

Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah narasumber, antara lain **Irma Damayanti** (Public Relations Manager PAM JAYA), **H. Amirullah, SH** (tokoh masyarakat Ulujami), dan **Fauzan Luthsa** (aktivis lingkungan dan eksponen ‘98). Mereka sepakat bahwa kolaborasi publik menjadi pilar penting dalam pembangunan berkelanjutan, terutama dalam menghadapi tantangan air tanah dan perubahan iklim di Jakarta.

Irma Damayanti menjelaskan bahwa PAM JAYA kini tengah melakukan transformasi besar dalam pelayanan air minum perpipaan, dengan target 100% cakupan air bersih pada 2030. Upaya ini meliputi peningkatan jaringan pipa, efisiensi distribusi, serta edukasi publik tentang pentingnya penggunaan air secara bijak.

> “PAM JAYA berkomitmen memberikan pelayanan yang lebih merata dan berkelanjutan. Tapi keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif warga,” tutur Irma.

Selain diskusi interaktif, kegiatan juga diwarnai pembacaan **Deklarasi Dukungan Warga terhadap PAM JAYA** sebagai simbol komitmen bersama antara masyarakat dan penyedia layanan air minum daerah.

Menurut **Fauzan Luthsa**, dukungan moral dan sosial dari warga sangat penting untuk mengubah kebiasaan lama yang bergantung pada air tanah. “Kalau kita terus mengeksploitasi air tanah, Jakarta akan menghadapi kerusakan ekologis yang makin parah. Gerakan seperti ini adalah langkah awal yang sangat berarti,” ujarnya.