PORTALBANTEN - Pengamat sosial dan lingkungan, Ari Sumarto Taslim, menyoroti pentingnya memperkuat fondasi ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang terus berubah. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang kuat tidak cukup hanya didorong oleh sektor formal atau kebijakan makro saja, melainkan juga harus ditopang oleh kekuatan ekonomi rakyat di level paling dasar.

Ari menilai, selama ini fokus pemerintah cenderung terpusat pada stabilitas makroekonomi, nilai tukar, dan investasi besar-besaran di sektor infrastruktur serta industri skala besar. Padahal, akar ketahanan ekonomi Indonesia justru berada di sektor usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) serta ekonomi berbasis komunitas yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

"Fondasi ekonomi kita itu ada di dapur rakyat, di pasar tradisional, di UMKM, di petani, nelayan, dan pelaku usaha rumahan. Kalau sektor ini rapuh, maka pertumbuhan di angka berapapun tidak akan memberi efek langsung ke kesejahteraan," ujarnya (13/4).

Ari juga menyoroti bahwa ketahanan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada daya beli masyarakat dan kemandirian di sektor pangan serta energi. Ia menyarankan agar pemerintah lebih serius mengembangkan ekosistem ekonomi berbasis desa, pertanian berkelanjutan, dan usaha mikro sebagai benteng menghadapi ancaman resesi global maupun ketidakstabilan geopolitik.

"Ketika dunia gonjang-ganjing, negara dengan fondasi ekonomi domestik yang kuat akan lebih tahan. Bukan karena cadangan devisanya saja, tapi karena rakyatnya tetap bisa makan, produksi tetap berjalan, dan kebutuhan dasar terpenuhi tanpa tergantung impor," kata Ari.

Selain itu, Ari juga mendorong agar generasi muda mulai dilibatkan dalam pengembangan ekonomi produktif, bukan hanya sebatas pengguna teknologi digital. Menurutnya, era digital saat ini justru membuka peluang besar bagi anak-anak muda untuk masuk ke sektor pertanian modern, energi terbarukan, hingga bisnis kreatif berbasis lokal.

"Kita butuh anak muda yang bukan hanya jago main gadget, tapi juga paham bisnis pangan, energi, dan industri kreatif berbasis potensi daerah. Itulah fondasi ekonomi masa depan yang harus dibangun mulai sekarang," pungkasnya.

Ari berharap ke depan, pembangunan ekonomi Indonesia bisa lebih merata, tidak lagi bertumpu pada angka pertumbuhan semata, melainkan lebih menitikberatkan pada kualitas dan keberlanjutan ekonomi yang adil dan berpihak pada rakyat.*