PORTALBANTEN — Kehilangan sosok Bunda Iffet menjadi momen yang penuh duka bagi keluarga besar Slank dan para penggemarnya. Dalam suasana haru di rumah duka di Jalan Potlot III, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (27/4/2025), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut hadir untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menitipkan pesan penting.
Di hadapan keluarga dan kerabat yang berkumpul, Gubernur Pramono menekankan betapa pentingnya menjaga persatuan di tengah kehilangan besar ini. Ia berharap kepergian Bunda Iffet tidak menjadi titik perpecahan, melainkan justru mempererat hubungan keluarga besar Slank.
"Saya tadi berpesan kepada seluruh keluarga, terutama Slank, jangan sampai wafatnya Bunda Iffet ini kemudian sorenya tidak bersatu. Bagi saya, Slank ini adalah simbol persatuan musisi yang luar biasa bagi dunia kita, sehingga silaturahmi di antara keluarga sendiri harus dijaga," ujar Gubernur Pramono.
Slank Kental Perjuangan Bunda Iffet, juga bagi Slankers
Bunda Iffet, yang selama puluhan tahun dikenal sebagai sosok pengayom bagi Slank dan komunitas Slankers, wafat pada Sabtu (26/4) malam pukul 22.42 WIB di tengah keluarga tercinta. Kepergiannya meninggalkan kekosongan besar, tidak hanya dalam keluarga, tapi juga dalam dunia musik Indonesia.
Rencananya, jenazah Bunda Iffet akan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta, setelah disemayamkan di rumah duka Potlot. Suasana di lokasi dipenuhi ungkapan duka dari berbagai kalangan, mulai dari musisi, aktivis, hingga tokoh nasional yang pernah mengenal kedekatan Bunda Iffet dengan dunia kreatif dan sosial.
Bagi Pramono, nilai-nilai yang ditanamkan Bunda Iffet seperti cinta, kebersamaan, dan perjuangan harus tetap hidup, terutama dalam menjaga ikatan keluarga dan semangat Slank ke depan.
"Selamat jalan Bunda Iffet. Warisan semangatmu harus terus menjadi perekat, bukan hanya bagi Slank, tapi bagi kita semua," pungkasnya.*