PORTAL BANTEN - Karier politik Ade Kuswara Kunang, Bupati Bekasi yang baru menjabat sejak Februari 2025, mengalami kemunduran yang mengejutkan. Pada malam Kamis, 18 Desember 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Bekasi, Jawa Barat, dan menangkapnya bersama sepuluh orang lainnya.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi penangkapan tersebut, "Benar, salah satunya (Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang)," kata Budi, Jumat dini hari (19/12/2025).
Dalam operasi yang berlangsung secara diam-diam ini, KPK juga mengamankan ayah Ade, HM Kunang. Meskipun rincian kasus belum diungkap, dugaan awal mengarah pada praktik suap terkait proyek-proyek pengadaan di Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Di usia 32 tahun, Ade Kuswara dikenal sebagai sosok muda yang menjanjikan. Sebelumnya, ia menjabat sebagai anggota DPRD dan dikenal dengan julukan "Raja Bongkar" karena keberaniannya mengungkap dugaan penyimpangan anggaran. Kini, ia harus menghadapi tuduhan yang berlawanan dengan citranya sebagai pejuang antikorupsi.
Penangkapan ini menjadi tamparan bagi citra pemerintahan daerah yang berupaya membangun kepercayaan publik. Ruang kerja Ade di kantor bupati telah disegel oleh penyidik KPK sebagai bagian dari proses penyidikan.
KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap. Hingga berita ini diturunkan, mereka masih menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Kasus ini menjadi OTT ke-10 yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2025, menunjukkan bahwa praktik korupsi di tingkat daerah masih menjadi tantangan besar bagi penegak hukum dan masyarakat.
Masyarakat Bekasi kini menantikan kejelasan dari proses hukum yang sedang berlangsung. Banyak yang merasa kecewa jika terbukti Ade terlibat, mengingat harapan besar yang sempat disematkan padanya sebagai pemimpin muda yang diharapkan membawa perubahan.
Sementara itu, KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai barang bukti yang diamankan, meskipun sejumlah media melaporkan adanya uang tunai dalam jumlah besar yang disita dalam operasi tersebut.