PORTALBANTEN.NET - Pernahkah Anda merasakan tubuh menggigil di subuh hari, namun beberapa jam kemudian harus bercucuran keringat di bawah terik matahari? Fenomena unik inilah yang kini tengah membayangi wilayah Jawa Barat, khususnya di Kecamatan Sukasari, Kota Bandung. Berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kawasan Bandung Utara ini sedang mengalami fluktuasi suhu yang sangat kontras. Di balik langitnya yang didominasi warna biru cerah, tersimpan fakta unik mengenai perubahan kelembapan udara yang turun drastis hampir setengahnya hanya dalam hitungan jam.

Ringkasan Prakiraan Cuaca Terkini:

WaktuKondisiSuhuKelembapan
13 Juli, 03:00 WIBCerah17°C88%
13 Juli, 06:00 WIBCerah18°C87%
13 Juli, 09:00 WIBCerah24°C57%
13 Juli, 12:00 WIBCerah27°C46%
13 Juli, 15:00 WIBCerah26°C55%
13 Juli, 18:00 WIBCerah22°C73%
13 Juli, 21:00 WIBCerah20°C79%
14 Juli, 00:00 WIBCerah18°C87%
14 Juli, 03:00 WIBCerah17°C90%
14 Juli, 06:00 WIBCerah18°C88%
14 Juli, 09:00 WIBCerah25°C56%
14 Juli, 12:00 WIBCerah28°C45%
14 Juli, 15:00 WIBCerah Berawan26°C58%
14 Juli, 18:00 WIBBerawan22°C75%
14 Juli, 21:00 WIBBerawan21°C76%

Kondisi Cuaca Pagi hingga Siang

Sisi tersembunyi dari cuaca Kecamatan Sukasari di pagi hari adalah hadirnya fenomena mirip "bediding"—di mana suhu udara turun hingga menyentuh angka 17°C pada dini hari menjelang subuh. Dinginnya udara Bandung pagi ini diperkuat oleh tingkat kelembapan yang mencapai 90%. Namun, keunikan terjadi saat matahari mulai meninggi.

Hanya dalam rentang waktu enam jam, suhu melonjak tajam hingga mencapai 27°C hingga 28°C pada tengah hari. Seiring dengan kenaikan suhu yang drastis ini, kelembapan udara langsung merosot tajam hingga menyentuh angka 45%. Perubahan ekstrem dari basah-dingin ke kering-panas ini merupakan karakteristik unik dari wilayah pegunungan Bandung yang jarang disadari oleh masyarakat urban.

Prakiraan Sore dan Malam Hari

Memasuki sore hari, intensitas sinar matahari mulai melunak. Suhu udara perlahan turun ke angka 26°C pada pukul 15:00 WIB. Menariknya, terdapat perbedaan pola cuaca antara hari pertama dan hari kedua pada malam hari. Jika pada malam pertama langit Sukasari terpantau cerah bersih dengan suhu dingin yang konsisten turun hingga 18°C, maka pada malam berikutnya awan mulai berdatangan.

Kehadiran kondisi cerah berawan hingga berawan sejak sore hari kedua membuat suhu malam hari sedikit lebih hangat, bertahan di angka 21°C dengan kelembapan 76%. Selimut awan ini secara ilmiah menahan radiasi panas bumi keluar ke atmosfer, menciptakan efek "jaket alami" bagi wilayah Sukasari sehingga malam terasa tidak sedingin malam sebelumnya.