PORTALBANTEN – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk secara resmi memasuki babak baru kepemimpinan setelah mengesahkan jajaran direksi terbarunya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, Selasa 27 Mei 2025. Dian Siswarini ditetapkan sebagai Direktur Utama menggantikan Ririek Adriansyah yang telah memimpin sejak 2019. Penunjukan ini sekaligus menjadi penanda penting arah transformasi Telkom menuju perusahaan digital yang lebih adaptif dan kompetitif.
Dian, yang dikenal luas sebagai tokoh perempuan berpengaruh di industri telekomunikasi Indonesia, sebelumnya menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO XL Axiata sejak 2015 hingga mengundurkan diri pada Desember 2024. Kariernya di bidang telekomunikasi sudah dimulai sejak 1991, dan ia dikenal memiliki keahlian kuat dalam manajemen jaringan serta pengembangan layanan digital.
Pengangkatan Dian sebagai Dirut Telkom menandai momen penting bagi BUMN telekomunikasi tersebut yang sedang mempercepat transformasi bisnis digitalnya di tengah tantangan persaingan industri yang semakin ketat.
Berikut Susunan Direksi Baru Telkom Indonesia per 27 Mei 2025:
1. Dian Siswarini – Direktur Utama
2. Muhammad Awaluddin – Wakil Direktur Utama
3. Arthur Angelo Syalendra – Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
4. Verenita Yosephine – Direktur Enterprise & Business Service
5. Nanang Hendarno – Direktur Network
6. Seno Soemadji – Direktur Strategic Business Development & Portfolio
7. Henry Christiadi – Direktur Human Capital Management
8. Faizal Rochmad Djoemadi – Direktur IT Digital
9. Honesti Basyir – Direktur Wholesale & International Service
Kombinasi wajah baru dan lama dalam susunan direksi ini mencerminkan upaya Telkom dalam menjaga kesinambungan strategi sembari membuka ruang inovasi baru di berbagai lini bisnis.
Transformasi Digital Jadi Fokus Utama
Di bawah kepemimpinan Dian Siswarini, Telkom menargetkan untuk memperkuat posisi sebagai penggerak ekosistem digital nasional. Fokus utama terletak pada perluasan infrastruktur digital, integrasi platform layanan, serta pengembangan bisnis berbasis teknologi mutakhir seperti big data, cloud, dan kecerdasan buatan.
Selain itu, Telkom juga menyiapkan belanja modal sebesar 15–25% dari pendapatan tahun 2025 untuk mempercepat pengembangan infrastruktur dan layanan digital. Dalam earning calls sebelumnya, manajemen Telkom menyebut target pertumbuhan pendapatan berada pada kisaran low single-digit dengan margin EBITDA dipertahankan antara 50–52%.