PORTAL BANTEN - Dari Jakarta digegerkan dengan kabar pemeriksaan empat produsen beras premium oleh Bareskrim Polri. Dugaan praktik curang terkait mutu dan takaran beras menjadi sorotan utama. Seolah mimpi buruk bagi para konsumen yang selama ini mempercayakan kebutuhan pokoknya pada merek-merek ternama.

Keempat produsen yang diperiksa adalah raksasa-raksasa di industri beras: Wilmar Group, Food Station Tjipinang Jaya, Belitang Panen Raya (BPR), dan Sentosa Utama Lestari (Japfa Group). Nama-nama besar ini tentu membuat banyak orang bertanya-tanya, benarkah mereka melakukan praktik yang merugikan masyarakat?

Brigjen Helfi Assegaf, Kepala Satgas Pangan Polri, membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.

"Betul, masih dalam proses pemeriksaan," kata Brigjen Helfi Assegaf, Kamis (10/7/2025).

Wilmar Group diduga melakukan praktik curang pada produk-produk populernya, seperti Sania, Sovia, Fortune, dan Siip. Sementara itu, Food Station Tjipinang Jaya diduga bermasalah dengan produk Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Ramos Premium, Setra Pulen, dan Setra Ramos. Belitang Panen Raya (BPR) dengan merek Raja Platinum dan Raja Ultima, serta Sentosa Utama Lestari (Japfa Group) dengan produk Ayana, juga tak luput dari pemeriksaan.

Kabar ini tentu membuat para ibu rumah tangga dan konsumen lainnya merasa was-was. Bagaimana tidak, beras adalah kebutuhan pokok sehari-hari. Jika mutu dan takarannya tidak sesuai, tentu sangat merugikan. Apalagi, harga beras saat ini juga tidak bisa dibilang murah.

Semoga saja, proses pemeriksaan ini berjalan transparan dan menghasilkan keadilan bagi semua pihak. Masyarakat sebagai konsumen tentu berharap agar para produsen beras selalu jujur dan menjaga kualitas produknya. Jangan sampai kepercayaan masyarakat dikhianati demi keuntungan semata.*