PORTAL BANTEN - Di tengah gencarnya kampanye Presiden Prabowo Subianto tentang efisiensi anggaran dan gaya hidup sederhana, muncul sebuah ironi yang mencolok dari dalam BUMN strategis. Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, atau akrab disapa Darmo, kembali menjadi sorotan publik karena diduga melakukan perjalanan ke luar negeri pada saat-saat krusial bagi kelistrikan nasional.

Penelusuran yang dilakukan oleh sejumlah jurnalis mengungkapkan bahwa Darmo terindikasi melakukan plesiran ke luar negeri saat cuti pada 26 Juni 2025. Ia dilaporkan berangkat dari Bandara Soekarno Hatta dengan penerbangan Emirates menuju Dubai. Ini bukanlah kali pertama ia tertangkap basah “jalan-jalan” di tengah kesibukan PLN menjaga stabilitas listrik nasional.

Sebelumnya, Darmawan juga diketahui berlibur ke Labuan Bajo bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha pada 6 Juni 2025, saat PLN seharusnya dalam kondisi siaga untuk menjaga kelistrikan selama libur panjang. Rekam jejaknya bahkan mencatat perjalanan serupa ke Australia saat Idul Fitri beberapa bulan lalu.

Teuku Yudhistira, Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Re-LUN), mempertanyakan sikap acuh tak acuh yang ditunjukkan oleh sang Dirut. Ia menilai perilaku Darmawan mencerminkan ketidakhadiran moral seorang pemimpin BUMN strategis dalam menyambut semangat efisiensi dan pelayanan publik yang dicanangkan oleh Presiden.

“Bagaimana publik bisa percaya PLN mampu menjangkau desa-desa terakhir jika pemimpinnya malah rutin keluar negeri, bahkan di tengah rapat penting membahas RAPBN ESDM 2026?” kata Yudhistira, Selasa (29/7).

Yudhistira juga menyinggung pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam rapat dengan Komisi VII DPR, yang memarahi Dirjen ESDM dan manajemen PLN akibat data listrik desa yang tidak akurat. Namun, fakta bahwa Darmawan sedang cuti ke luar negeri membuat publik bertanya-tanya: apakah kemarahan itu tulus, atau sekadar sandiwara birokrasi?

“Darmo bahkan disebut-sebut hadir dalam rapat tersebut di sejumlah media, padahal manifest penerbangannya ke Dubai tanggal 26 Juni jelas. Ini jadi lucu dan menyedihkan. Settingan komunikasi publik seperti ini hanya memperburuk citra PLN,” tegasnya.

Isu ini semakin memperkuat kesan bahwa seruan efisiensi dari Presiden Prabowo belum sepenuhnya menjalar ke internal BUMN. Di saat presiden ingin memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk menjangkau desa tanpa listrik, data yang disiapkan PLN pun dianggap tidak sinkron.

Yudhistira bahkan menyebut memiliki dokumen perjalanan yang menunjukkan Darmo melakukan perjalanan ke luar negeri hampir tiap bulan sepanjang 2025 — mulai dari Singapura, Beijing, Abu Dhabi, hingga ke Eropa.