PORTALBANTEN - H. Rudy Mas’ud, Gubernur Kalimantan Timur, menuai gelombang komentar dari netizen usai dirinya menyebut Dedi Mulyadi sebagai "Gubernur konten". Sindiran tersebut justru berbalik menjadi bumerang setelah warganet ramai-ramai membela Dedi Mulyadi dan menyerbu akun instagram Gubernur Kaltim @h.rudymasud, pada Selasa malam, 29 April 2025.

Beberapa tak terima Rudy Mas'ud menyebut Dedi Mulyadi Gubernur Konten. Salah satu komentar dari akun @aldialdo_212 menyebut bahwa meski dirinya berasal dari Lampung, ia mengakui hanya Dedi Mulyadi yang benar-benar bekerja untuk rakyat. “Itulah gunanya sosial media, agar rakyat tahu dia kerja apa tidak,” tulisnya disertai emoji api.

Komentar senada juga datang dari akun @wachjoe3, yang menantang Rudy Mas’ud untuk membuktikan langsung kontribusinya kepada masyarakat miskin. Ia menekankan bahwa Dedi Mulyadi sudah lama membuat konten yang hasilnya digunakan membantu masyarakat secara langsung tanpa dana dari APBD. “Salah orang lu cuy… #NEUNGGAR CADAS!!!” tegasnya lantang.

Sementara itu, ada pula komentar yang menyindir Rudy Mas’ud agar lebih fokus memperhatikan kondisi di Kalimantan Timur. “Lihati Kaltim aja dulu, jalanannya kayak gigi bedugul lawan betambal-tambal,” tulis @whyuarsnd_. Komentar lain bahkan menyindir gaya Rudy yang kerap muncul di TikTok untuk konten makan-makan. “Anda food vlogger?” celetuk akun @agus_darmian.

Akun @agushidayatsp mempertanyakan motif Rudy menyebut Dedi Mulyadi sebagai "gubernur konten" dan bertanya apakah konten Dedi memang merugikan dirinya. Beberapa komentar lain bahkan bernada satir, seperti akun yang menanyakan harga ganti oli gardan atau sekadar tertawa sebagai bentuk sindiran halus.

Hingga berita ini ditulis terdapat ribuan komentar, walau belum berganti hari di Instagram Rudy Mas'ud, menunjukkan betapa besarnya dukungan netizen terhadap figur seperti Dedi Mulyadi, yang dinilai bekerja nyata melalui media sosial. Sementara kritik terhadap Rudy Mas’ud mencerminkan ekspektasi publik terhadap calon pemimpin: lebih banyak aksi, bukan sindiran.*