PORTALBANTEN – Antusiasme ribuan warga DKI Jakarta untuk mendaftar sebagai Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan petugas Pemadam Kebakaran menjadi cerminan jelas bahwa kebutuhan akan lapangan kerja tetap tinggi di ibu kota. Sejak rekrutmen dibuka tiga hari lalu, sudah lebih dari 7.000 pelamar mendaftarkan diri untuk mengisi 1.100 posisi yang tersedia.

“Saya pribadi kaget,” ungkap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Taman Suropati, Rabu (24/4). “Kalau dibuka satu atau dua minggu lagi, saya yakin jumlahnya bisa lebih besar dari ini.”

Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa banyak warga masih memprioritaskan pekerjaan yang menawarkan kepastian dan penghasilan tetap sekalipun dalam posisi non-keahlian. Bagi sebagian warga, menjadi PPSU atau petugas pemadam bukan sekadar profesi, tetapi juga pintu keluar dari ketidakpastian ekonomi.

PPSU, Tidak ada Keahlian khusus, Lebih dari Sekadar Petugas Lapangan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa rekrutmen PPSU tidak mensyaratkan keahlian khusus. Cukup bisa baca-tulis dan memiliki KTP DKI, warga sudah bisa mengikuti proses seleksi. Persyaratan ini diatur dalam Keputusan Gubernur Nomor 267 Tahun 2025.

“Dari awal, kita ingin PPSU cukup bisa baca tulis karena ini bukan tenaga berkeahlian. Dan Pak Gubernur sudah menandatangani Kepgub-nya. Segera dimulai,” ujar Rano.

Meski terkesan sederhana, profesi PPSU memiliki peran vital dalam menjaga kebersihan dan infrastruktur lingkungan ibu kota. Tak heran, minat masyarakat pun begitu besar.

Gubernur Pramono menekankan pentingnya proses rekrutmen yang bersih dari praktik titip-menitip atau permainan “orang dalam.” Ia memastikan keputusan perekrutan dilakukan di level Wali Kota dan Bupati, namun tetap dalam pantauan gubernur.

“Saya tidak akan tolelir nitip orang. Ini harus fair,” tegasnya.