PORTALBANTEN – Ikatan Wartawan Online (IWO) memberikan penghargaan Asian Inspired Leader kepada tokoh berpengaruh Asia, Tun Dr. Mahathir Mohamad, Perdana Menteri Malaysia ke-4 dan ke-7. Penghargaan tersebut diserahkan pada Senin, 15 Desember 2025, di Putrajaya, Malaysia.
Penghargaan disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) IWO, Telly Nathalia, di kantor Tun Dr. Mahathir yang berlokasi di Yayasan Kepemimpinan Perdana, Putrajaya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekjen IWO menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan, pemikiran, serta keteladanan Tun Dr. Mahathir yang hingga kini masih menjadi sumber inspirasi bagi Asia dan dunia.
“IWO memberikan sertifikat apresiasi ini dengan pertimbangan bahwa Tun adalah pemimpin Asia yang tetap menjadi figur penting di usia 100 tahun dan terus menginspirasi Asia serta dunia,” ujar Telly Nathalia saat menyerahkan sertifikat penghargaan.
Pada pertemuan tersebut, Tun Dr. Mahathir menyampaikan keprihatinannya terhadap berbagai isu global, khususnya perdamaian dunia dan perubahan iklim yang berdampak signifikan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Ia berharap konflik dan perang yang tengah berlangsung di berbagai belahan dunia dapat segera diakhiri, serta menekankan pentingnya kerja sama multilateral sebagai solusi untuk menciptakan stabilitas global.
Selain itu, tokoh yang telah berusia satu abad ini juga berbagi pandangannya mengenai kunci umur panjang, yakni dengan menjaga kesehatan fisik dan kejernihan pikiran, serta tetap aktif berpikir dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Terima kasih atas apresiasinya,” ujar Tun Dr. Mahathir Mohamad menanggapi pemberian penghargaan Asian Inspired Leader dari IWO yang ia terima dengan penuh kerendahan hati.
Sebagai informasi, Tun Dr. Mahathir Mohamad menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia selama dua periode, yakni sebagai PM ke-4 pada 1981–2003, dan kembali dipercaya sebagai PM ke-7 pada 2018–2020, menjadikannya salah satu pemimpin paling berpengaruh dalam sejarah politik Asia. (***)