Provinsi Jawa Barat kembali mencuri perhatian dengan menempati posisi teratas dalam daftar provinsi dengan persentase putus sekolah dasar tertinggi di Indonesia pada tahun 2024. Data yang dirilis oleh GoodStats menunjukkan bahwa sebanyak 114.513 anak di Jawa Barat tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Dalam laporan yang dipublikasikan pada 26 Juni 2025, GoodStats menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi bagi masa depan bangsa Indonesia, terutama dalam mencapai cita-cita 'Indonesia Emas 2045'. Pada tahun tersebut, Indonesia berambisi untuk bertransformasi dari negara berpendapatan menengah menjadi negara berpendapatan tinggi.

Namun, kenyataan pahitnya, tidak semua anak di Indonesia memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan dasar. Dari data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), tercatat 649.600 anak mengalami putus sekolah dasar. Angka ini mencerminkan tantangan besar yang harus dihadapi untuk memaksimalkan potensi bonus demografi yang dimiliki Indonesia.

Selain Jawa Barat, provinsi lain yang juga mencatatkan angka putus sekolah tinggi adalah Jawa Tengah dengan 59.662 anak dan Jawa Timur dengan 57.026 anak. Sementara itu, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, dan provinsi lainnya juga menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.

Dalam upaya mengatasi masalah ini, Presiden Prabowo Subianto berencana untuk membangun 100 sekolah rakyat pada tahun 2025, yang ditujukan khusus untuk masyarakat miskin. Rencana ini diharapkan dapat membantu mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di seluruh Indonesia.*