Berikut artikel dengan **angle berbeda**, yakni menyoroti **kebutuhan inovasi dan kepemimpinan strategis di tengah tantangan lintas sektor yang dihadapi TNI AD**, bukan hanya seremoni kenaikan pangkat:
---
**
PORTALBANTEN - Di tengah kompleksitas tantangan yang terus berkembang, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan pentingnya peran Perwira Tinggi (Pati) TNI AD sebagai pemimpin strategis yang tidak hanya kompeten secara militer, tetapi juga adaptif terhadap isu-isu lintas sektor yang memengaruhi stabilitas nasional.
Hal tersebut disampaikan Kasad saat memimpin laporan korps kenaikan pangkat 22 Pati TNI AD di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Mabesad, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025).
Menurut Kasad, dalam era di mana TNI AD tidak hanya bertugas menjaga pertahanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam isu sosial, ekonomi hingga penanggulangan bencana, maka para perwira tinggi perlu terus mendorong inovasi, kolaborasi lintas sektor, dan kepemimpinan yang berorientasi pada solusi konkret.
“Kenaikan pangkat adalah titik awal dari tanggung jawab baru yang lebih luas dan kompleks. Tugas kita hari ini tidak lagi bersifat konvensional, melainkan menuntut pemikiran strategis dan inovatif,” ujar Kasad.
Dua perwira tinggi kini menyandang pangkat Letnan Jenderal (Letjen), yaitu Letjen TNI Muhammad Zamroni, S.I.P., dan Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha, S.E. Sementara enam perwira lainnya naik menjadi Mayor Jenderal (Mayjen), dan 14 lainnya menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).
Kasad menekankan bahwa keberhasilan TNI AD ke depan sangat ditentukan oleh keberanian para Pati dalam menciptakan gagasan baru, membangun sinergi dengan pemerintah dan masyarakat, serta memperkuat kehadiran institusi militer sebagai garda depan dalam menjaga stabilitas nasional yang inklusif.