PORTAL BANTEN - Detik-detik mencekam terjadi Rabu pagi di RS Hermina Jatinegara, Jakarta Timur. Sekitar pukul 04.45 WIB, alarm kebakaran berdentang, membuyarkan hening pagi. Petugas keamanan langsung sigap memeriksa CCTV dan gedung, menemukan asap mengepul dari area farmasi poliklinik lantai tiga.

"Kesigapan petugas sekuriti kami langsung melakukan pemeriksaan CCTV dan lapangan, terlihat ada asap yang berasal dari salah satu sudut area farmasi poliklinik lantai tiga," kata Direktur RS Hermina Jatinegara dr Sri Dyah Indherawati dalam konferensi pers, Rabu.

Beruntung, seluruh alat pemadam api ringan (APAR) berfungsi dengan baik. Sistem penyemprotan pipa air (water sprinkler) dan hidran kebakaran juga dikerahkan, memperlambat penyebaran api sambil menunggu kedatangan petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur.

"Menindaklanjuti kejadian tersebut, semua alat pemadam yang kami miliki berupa APAR semua berfungsi baik saat terjadinya kebakaran," ujar dr. Dyah.

Dalam waktu 25 menit, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Kecepatan respon ini berkat kerja sama tim yang solid, termasuk karyawan yang tidak sedang bertugas. Bahkan, petugas dengan sigap mematikan gas dapur sentral.

"Tim kami juga mendapat bantuan petugas yang datang, meskipun mereka tidak sedang berdinas. Petugas kami pun segera mematikan gas dapur yang tersentral. Jadi kesigapan itu karena kami memprioritaskan keselamatan pasien," jelas dr. Dyah.

Sebanyak 75 jiwa berhasil dievakuasi, termasuk puluhan pasien. Beberapa pasien langsung dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk memastikan kondisi mereka. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. 50 personel Gulkarmat Jakarta Timur dikerahkan untuk memadamkan api dan membersihkan asap yang masih menyelimuti beberapa lantai gedung.

"Semua kekuatan disentralkan di area kebakaran serta pengamanan pasien. Sehingga dalam waktu 25 menit asal api sudah dapat dikendalikan, sudah dapat dipadamkan," tambah dr. Dyah, memuji dedikasi timnya yang terlatih dalam menangani situasi darurat.

Penyebab kebakaran masih diselidiki oleh tim RS Hermina Jatinegara, kepolisian, dan tim pemadam kebakaran. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga dalam meningkatkan sistem keamanan dan pencegahan kebakaran di fasilitas kesehatan.*