PORTALBANTEN - Kidnap Katrina, unit alternative rock yang populer di era '90-an, kini menunjukkan kekompakan yang semakin kuat. Setelah melakukan gebrakan pada akhir September 2017 dengan merilis "Biru", single daur ulang dari album debut mereka tahun 1993, Kidnap Katrina kembali hadir dengan karya terbaru berjudul "Kesepian".

Lagu ini merupakan interpretasi ulang dari karya legendaris Koes Plus yang pertama kali muncul dalam album "Selalu di Hatiku" (1975).

Gagasan untuk menghidupkan kembali lagu ciptaan Tonny Koeswoyo ini pertama kali muncul dari Anang Hermansyah, vokalis Kidnap Katrina, saat bertemu dengan Damon Koeswoyo, gitaris band tersebut, yang juga merupakan putra Tonny Koeswoyo.

"Awalnya, akhir 2016, setelah tampil bareng di Malang, saya menjenguk Anang di RS Pondok Indah. Anang mengusulkan ide untuk me-remake lagu bokap. Saya bilang, lempar saja ke forum, kalau setuju, baru pilih lagunya bareng-bareng. Dan akhirnya tercapai," kenang Damon.

Meski sempat vakum cukup lama, Damon mengungkapkan bahwa kekompakan antar anggota Kidnap Katrina tetap terjaga. Saat ini formasi band diperkuat oleh Massto Sidharta (drum), Koko "Kcho" (gitar), dan Gorga Pasaribu (bass).

Dari segi musikalitas, mereka tetap mempertahankan karakter rock yang kental dengan sentuhan pop, dance, dan alternatif. "Musiknya lebih matang, kami lebih paham satu sama lain... chemistry tetap terasa kuat," ujar Damon.

Tahun ini, Kidnap Katrina berencana merilis sebuah album mini (EP). Selain menyertakan lagu "Biru" dan "Kesepian", mereka juga akan menghidupkan kembali "Biarkanlah", lagu solo Anang yang pertama kali dirilis pada tahun 1992. "Paling lambat rilis di pertengahan tahun ini. Tapi, kami mau rilis single satu per satu dulu," jelas Damon.

Kidnap Katrina merupakan band asal Komunitas Potlot, Jakarta, yang terbentuk pada tahun 1992. Awalnya, band ini digawangi oleh Anang, Damon, Massto, Koko, Gorga, serta mendiang Teguh Sutomo (keyboard). Mereka merekam album debutnya di Triple M Studio, Jakarta, antara Juni hingga Desember 1992, dan resmi meluncurkannya pada tahun berikutnya. Sayangnya, perjalanan band ini tidak bertahan lama. Anang kemudian melanjutkan karier solonya di jalur pop dan meraih kesuksesan besar.*