PORTALBANTEN -- Korem 064/Maulana Yusuf menegaskan pentingnya akurasi jurnalistik sebagai batasan utama antara informasi yang mencerdaskan dan konten menyesatkan di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Penegasan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang berlangsung di Serang, Banten, Selasa (10/2/2026). Upaya ini merespons peningkatan risiko distorsi fakta akibat produksi konten instan.
Verifikasi berlapis dan keberimbangan berita dinilai tetap menjadi rujukan utama dalam kerja jurnalistik profesional. Hal ini bertujuan agar masyarakat terhindar dari informasi yang tidak akurat akibat pengaruh AI dalam produksi berita.
Prinsip kecepatan dalam menyampaikan informasi tidak boleh mengalahkan aspek akurasi. Setiap data yang sampai ke publik wajib melalui proses cek fakta yang ketat sebelum diterbitkan oleh institusi media.
Media diposisikan sebagai mitra strategis dalam menjaga kualitas ekosistem informasi nasional. Profesionalisme para jurnalis menjadi penyangga utama untuk menjamin publik tetap memperoleh konsumsi berita yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Momentum HPN 2026 di Banten ini menjadi pengingat bagi seluruh praktisi media bahwa jurnalisme akurat merupakan sebuah keharusan, bukan sekadar pilihan di era dominasi teknologi digital saat ini. (Agi)