PORTAL BANTEN - Wakil Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Catur Budi Harto, menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis, 26 Juni 2025. Pemeriksaan ini terkait dugaan korupsi pengadaan electronic data capture (EDC) atau perangkat untuk menerima pembayaran pelanggan dan digitalisasi di BRI.

Wadirut BRI Catur terihat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, sekitar pukul 09.45 WIB. Ia terlihat memasuki ruang pemeriksaan yang berada di lantai dua gedung tersebut. Catur baru keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 12.12 WIB.

Saat keluar dari gedung KPK, Catur yang mengenakan pakaian serba hitam, tampak berupaya menutupi wajahnya dengan masker berwarna senada.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari KPK terkait pemeriksaan Catur Budi Harto. Tempo telah meminta konfirmasi kepada juru bicara KPK, Budi Prasetyo, namun belum mendapatkan jawaban. Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, namun belum ada respons.

Catur Budi Harto menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BRI pada periode 2019 hingga Maret 2025. Ia diberhentikan dengan hormat dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Maret 2025.

Pria yang merupakan lulusan agronomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini memulai karirnya di industri perbankan BUMN pada tahun 2016 sebagai Senior Executive Vice President (SEVP) di BRI.

Selanjutnya, ia menjabat sebagai Direktur di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) pada periode 2016-2017. Sebelum kembali ke BRI, Catur juga pernah menjabat sebagai Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) pada 2017 hingga 2019.*