PORTAL BANTEN - Program Sekolah Rakyat yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto menandai langkah signifikan dalam upaya pemerataan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama mereka yang terdaftar dalam desil 1 dan 2 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekstrem Nasional (DTSEN). Sekolah ini tidak sekadar menjadi lembaga pendidikan biasa, melainkan sebuah ekosistem yang mengintegrasikan pembelajaran akademik, pengembangan karakter, dan keterampilan vokasi.
Pemerintah berharap lulusan Sekolah Rakyat tidak hanya cemerlang dalam bidang akademis, tetapi juga memiliki keterampilan hidup, etos kerja yang tinggi, serta kesiapan untuk berwirausaha. Bagi siswa yang berpotensi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, akses beasiswa akan disediakan untuk mendukung mereka.
Kerja sama antara Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan program ini. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial, sementara kementeriannya bertanggung jawab dalam penyediaan guru dan penyusunan kurikulum. "Kurikulum yang kami siapkan akan adaptif, mengikuti kebutuhan dunia kerja dan perkembangan pendidikan nasional," kata Abdul Mu’ti, Senin (16 Oktober 2023).
Di sisi lain, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, menekankan dua fokus utama dalam kurikulum yang diterapkan: pendidikan formal dan pendidikan karakter. Dengan sistem boarding school, pembentukan kepribadian, kedisiplinan, dan nilai-nilai kebangsaan menjadi prioritas agar siswa tumbuh menjadi individu yang kuat dan berintegritas.
Kurikulum Sekolah Rakyat dibangun di atas tiga pilar utama: pendidikan formal, pendidikan karakter, serta pendidikan vokasi dan kewirausahaan. Pendekatan multi entry–multi exit memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk mengikuti pendidikan sesuai dengan kesiapan dan kebutuhan mereka, tanpa terikat sepenuhnya pada kalender akademik konvensional. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital melalui Learning Management System (LMS) memungkinkan pemantauan perkembangan belajar secara lebih akurat dan personal.
Sebelum memulai pembelajaran formal, siswa akan menjalani kurikulum persiapan selama dua minggu yang mencakup pelatihan fisik, kedisiplinan, dan pembentukan mental. Dengan cara ini, Sekolah Rakyat berupaya memastikan setiap siswa siap menghadapi perjalanan pendidikan dengan kondisi fisik dan mental yang lebih stabil.
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2, Maragoti, menilai bahwa keberadaan program ini merupakan bukti nyata komitmen negara terhadap kelompok miskin ekstrem. "Siswa di Sekolah Rakyat tidak hanya mendapatkan pendidikan gratis, tetapi juga kurikulum yang relevan dengan perubahan zaman dan kebutuhan ekonomi masyarakat," ungkapnya, Rabu (18 Oktober 2023).
Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, Sekolah Rakyat diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan holistik. Program ini menegaskan komitmen pemerintah untuk membuka akses pendidikan yang layak bagi seluruh anak bangsa, sekaligus menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.*