PORTALBANTEN -- Ramainya sorotan warganet terhadap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan yang dinilai “kurang mewah” akhirnya mendapat respons resmi. Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa publik perlu memahami secara utuh struktur anggaran 28program tersebut.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik S. Deyang, mengklarifikasi bahwa anggaran bahan baku makanan (food cost) per porsi tidak mencapai Rp15.000 seperti yang ramai dibahas di media sosial.
“Kami ingatkan kembali, anggaran bahan makanan memang di angka tersebut, bukan Rp15.000,” ujar Nanik dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).
BGN menjelaskan bahwa plafon anggaran bahan baku dibedakan berdasarkan kelompok usia penerima manfaat yaitu Rp8.000 per porsi: Balita, PAUD, TK, hingga SD kelas 1–3. Sementara harga Rp10.000 per porsi untuk SD kelas 4 ke atas, pelajar SMP, SMA, hingga ibu menyusui. Ex
Menurut BGN, angka tersebut murni digunakan untuk pembelian bahan pangan guna memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.
Sebagian masyarakat mengacu pada angka total Rp13.000–Rp15.000 per porsi. BGN menegaskan bahwa selisih dana tersebut bukan untuk bahan makanan, melainkan dialokasikan untuk operasional dan keberlanjutan fasilitas layanan.
1. Biaya Operasional (Rp3.000 per porsi)
Dana ini digunakan untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), antara lain pembayaran listrik, air, gas, internet/telepon, insentif relawan SPPG dan guru yang membantu distribusi makanan. BPJS Ketenagakerjaan bagi relawan dan BBM kendaraan operasional serta biaya kebersihan.