PORTALBANTEN — Pemerintah Indonesia terus memperkuat sistem pengamanan wilayah perbatasan menyusul pertemuan bilateral antara Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Ahmad Zahid Hamidi, dengan jajaran pejabat tinggi Indonesia di Jakarta, 21 April 2025 lalu. Salah satu tindak lanjut strategisnya, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI langsung menggelar rapat koordinasi untuk membahas teknis penguatan pengamanan kawasan perbatasan darat dan maritim kedua negara.

Rapat yang dipimpin Menko Polhukam Budi Gunawan itu dihadiri sejumlah kementerian dan lembaga terkait, membahas beberapa isu prioritas mulai dari pengawasan batas wilayah, penanggulangan kejahatan lintas negara, hingga perlindungan masyarakat perbatasan.

“Wilayah perbatasan tidak hanya menyangkut garis demarkasi, tapi juga soal keamanan nasional dan kesejahteraan warga. Karena itu, Indonesia dan Malaysia sepakat membangun pola pengamanan bersama yang lebih sistematis,” ujar Budi Gunawan dalam keterangannya.

Dalam rapat tersebut, disepakati rencana pelaksanaan patroli gabungan dan penguatan sistem intelijen bersama di sepanjang kawasan perbatasan, baik darat di Pulau Sebatik dan West Pilar, maupun maritim di Laut Sulawesi dan Selat Malaka.

Selain penanganan batas wilayah, Menko Polhukam menyoroti ancaman kejahatan lintas negara seperti penyelundupan narkotika, perdagangan manusia, hingga illegal fishing. “Kita tidak bisa hanya bersikap responsif. Harus ada sistem deteksi dini dan operasi gabungan terintegrasi,” tegasnya.

Fokus Lindungi Masyarakat Perbatasan

Tak hanya aspek keamanan, Menko Polhukam juga meminta agar kebijakan yang diambil tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan. Menurutnya, pendekatan human security penting agar kebijakan keamanan tidak justru menekan aktivitas sosial-ekonomi warga.

“Keamanan perbatasan harus sejalan dengan perlindungan hak dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kita harus jaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan warga perbatasan bisa hidup aman dan produktif,” jelasnya.

Lebih jauh, Menko Polhukam menegaskan penguatan kerja sama Indonesia–Malaysia ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga ketahanan kawasan ASEAN. Menurutnya, keberhasilan dalam menyelesaikan isu-isu bilateral dan menanggulangi ancaman lintas negara akan menjadi kontribusi strategis Indonesia dalam menciptakan kawasan yang stabil dan aman di tengah tantangan geopolitik global.