PORTAL BANTEN — Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, akhirnya turut dimintai keterangan dalam pusaran kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang membelit internal Pertamina dan kontraktor kerja sama (KKKS). Pemeriksaan terhadap Nicke dilakukan di Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung selama 15 jam, sejak Selasa (6/5/2025) pagi hingga dini hari Rabu (7/5/2025).

Nicke diperiksa sebagai saksi dalam perkara yang menyeret tersangka Yoki Firnandi, mantan Direktur Utama Pertamina International Shipping. Saat keluar dari gedung pemeriksaan sekitar pukul 00.00 WIB, Nicke memilih bungkam dan langsung masuk ke mobilnya tanpa memberikan keterangan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Harli Siregar, menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap Nicke difokuskan pada periode kepemimpinannya sebagai Dirut Pertamina, yang dinilai strategis dalam rentang waktu kasus korupsi tersebut, yakni 2018 hingga 2023.

“Nicke diperiksa terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub Holding, dan KKKS,” ujar Harli dalam pernyataan tertulisnya.

Pemeriksaan terhadap Nicke menambah daftar panjang pejabat dan pihak swasta yang dimintai keterangan. Dalam rentang waktu singkat ini, Kejagung telah memanggil sedikitnya 12 saksi, termasuk di antaranya pejabat dari Adaro Minerals Indonesia, Medco E\&P, serta sejumlah mantan dan pejabat aktif di anak usaha Pertamina.

Nama-nama seperti ME dari PT Adaro Minerals, MA dari PT Pertamina EP Cepu, hingga ISK dari PT Bumi Siak Pusako disebut dalam proses penyidikan. Ini menunjukkan bahwa kasus ini menjangkau banyak lini penting dalam rantai pasok dan pengelolaan minyak nasional.

Kejagung hingga kini belum menetapkan nama baru sebagai tersangka selain Yoki Firnandi. Namun, dengan pemeriksaan terhadap tokoh-tokoh kunci seperti Nicke, sinyal perluasan penyidikan semakin menguat.

Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat peran vital Pertamina sebagai BUMN energi terbesar di Indonesia. Publik kini menanti apakah pemeriksaan terhadap Nicke hanya bagian dari proses pelengkapan berkas perkara, ataukah menjadi awal dari penetapan tersangka baru dalam kasus yang mulai menyeret banyak nama besar di sektor migas tanah air.*