RIYADH, PORTALBANTEN Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (MWL), H.E. Sheikh Dr. Muhammad bin Abdul Karim al-Issa, memberikan apresiasi tinggi kepada Nahdlatul Ulama (NU) atas kiprah global dan kontribusinya dalam isu-isu kemanusiaan. Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf di kantor pusat MWL, Riyadh, pada Selasa, 2 Juni 2025.

“Kami sangat berbangga dengan keberadaan Nahdlatul Ulama dan mengapresiasi peran sertanya yang luar biasa besar bagi dunia internasional dan kemanusiaan,” ungkap Sheikh al-Issa.

Pertemuan tersebut menegaskan kembali kemitraan strategis antara MWL dan PBNU yang telah terjalin erat, salah satunya diwujudkan melalui suksesnya pelaksanaan KTT R20 di Bali pada 2022—sebuah forum keagamaan global yang menjadi bagian dari KTT G20.

Sheikh al-Issa menyatakan harapan agar kerja sama ini dapat terus berlanjut dan berkembang, melalui program-program kolaboratif di masa depan yang mendorong perdamaian, toleransi, dan solusi atas krisis kemanusiaan global.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Yahya menegaskan bahwa PBNU akan terus memperkuat relasi dengan MWL dan memperluas inisiatif internasional yang mempromosikan Islam yang inklusif dan berperikemanusiaan.

Ia melaporkan bahwa pasca R20 di Bali, PBNU telah menyelenggarakan sejumlah forum lanjutan seperti ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference (ASEAN IIDC) – Agustus 2023, R20 ISORA – November 2023 dan Konferensi Internasional Humanitarian Islam – November 2024.

Selain itu, Gus Yahya menyerahkan buku dokumentasi hasil R20 Bali yang ditulis dalam tiga bahasa: Inggris, Arab, dan Indonesia.

Pertemuan ini juga turut dihadiri oleh tokoh-tokoh NU dan perwakilan KBRI Riyadh, termasuk Dr. H. A. Ginanjar Sya'ban, H. Achmad Ghufron Siraj, serta diplomat dari KBRI Riyadh.*

LTN (Lembaga Ta'lif wan Nasyr--Informasi, Komunikasi dan Pubikasi) PBNU