PORTALBANTEN – Sebuah warna baru yang tak pernah muncul di pelangi, layar digital, maupun katalog Pantone kini resmi menjadi bagian dari daftar penemuan ilmiah paling menakjubkan di tahun 2025. Warna ini dinamai 'olo' bukan makhluk gaib atau ilusi mata, melainkan fenomena visual yang hanya bisa disaksikan melalui manipulasi biologis terhadap sistem penglihatan manusia.
Uniknya, olo bukan ditemukan lewat pigmen baru atau teknologi layar tercanggih, melainkan dari eksperimen optik ekstrem di laboratorium University of California, Berkeley, dengan memanfaatkan sinar laser presisi tinggi yang diarahkan langsung ke retina mata manusia.
Eksperimen ini dilakukan oleh tim peneliti yang dipimpin James Fong dan dilaporkan dalam jurnal Science Advances edisi 18 April 2025. Dengan menggunakan sistem bernama Oz, para ilmuwan berhasil menstimulasi sel kerucut tertentu di retina, tepatnya sel M, yang biasanya bereaksi terhadap cahaya hijautanpa membangkitkan sel lain. Hasilnya adalah sinyal visual yang tak pernah muncul secara alami: warna olo.
Warna Olo Bukanlah Biru, Bukan Pula Hijau
Austin Roorda, pakar optometri dari UC Berkeley, menjadi orang pertama yang menyaksikan olo secara langsung. "Sulit menggambarkannya. Olo bukanlah biru, bukan pula hijau. Warnanya mirip toska tapi lebih intens dan... aneh," ungkap Roorda kepada The Guardian. Ia menyebut pengalaman melihat olo sebagai sesuatu yang mengguncang batas persepsi warna manusia.
Sampai saat ini, baru lima orang yang pernah melihat olo. James Fong sendiri, sang ketua tim, justru belum berkesempatan menyaksikan hasil temuannya dengan mata kepala sendiri. Ruang laboratorium tempat olo muncul pun tidak besar—hanya 2,7 x 3 meter. Namun di dalam ruangan kecil itulah, persepsi warna manusia diredefinisi.
Penemuan ini membuktikan bahwa sistem visual manusia menyimpan potensi yang lebih besar dari yang kita kenal. Dalam kondisi normal, sel-sel kerucut di mata kita bekerja secara tumpang tindih, menghasilkan spektrum warna terbatas. Namun lewat teknologi Oz, jalur baru untuk mengaktifkan sel kerucut secara terpisah bisa membuka jalan untuk melihat warna-warna yang selama ini tersembunyi dalam sistem syaraf optik kita.
Meski tak dapat dicetak, difoto, atau ditampilkan di layar mana pun, olo menjadi bukti bahwa masih banyak bagian dari dunia ini yang belum tersentuh oleh indera kita. Dan barangkali, warna-warna seperti olo hanyalah awal dari bab baru dalam eksplorasi persepsi manusia.
Apakah kelak manusia akan bisa melihat olo tanpa bantuan laser? Untuk sekarang, hanya waktu dan riset lanjutan yang bisa menjawabnya.*