PORTALBANTEN — Kabar wafatnya Paus Fransiskus pada Senin, 21 April 2024, meninggalkan duka mendalam bagi berbagai kalangan, tak terkecuali organisasi kepemudaan Islam di Indonesia, Gerakan Pemuda Ansor. Bagi GP Ansor, kepergian Paus bukan sekadar kehilangan pemimpin Katolik dunia, tetapi juga sosok sahabat lintas iman yang penuh keteladanan.
Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin, mengenang Paus Fransiskus sebagai pribadi sederhana, bersahaja, dan memiliki keberanian moral untuk memperjuangkan perdamaian di tengah dunia yang penuh sekat dan prasangka. "Beliau bukan hanya milik umat Katolik, tetapi milik semua yang mencintai kemanusiaan,” ujar Addin, Senin (21/4/2025).
Bagi Addin dan kader GP Ansor, sosok Paus Fransiskus memiliki keistimewaan: beliau sangat perhatian terhadap peran anak muda dalam menjaga perdamaian global. Itu terbukti saat rombongan GP Ansor diterima secara pribadi oleh Paus di Vatikan pada Agustus 2024 lalu. Dalam suasana hangat penuh keakraban, Paus Fransiskus menyampaikan pesan khusus untuk pemuda-pemudi Indonesia.
"Jangan pernah lelah menjadi jembatan kasih. Suara damai anak muda sangat dibutuhkan di tengah dunia yang gaduh. Jangan takut berbeda, selama itu demi kemanusiaan," begitu pesan Paus, yang terus terpatri dalam ingatan Addin.
Pertemuan lintas iman tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momen penguatan visi bersama tentang pentingnya membangun dialog di atas fondasi persahabatan dan penghormatan. Bagi GP Ansor, misi merawat keberagaman dan memperkuat solidaritas antarumat beragama sejalan dengan spirit yang selama ini digaungkan Paus Fransiskus.
"Kami merasa terhormat pernah mendengar langsung pesan damai beliau. Itu jadi warisan moral sekaligus motivasi untuk terus aktif membangun ruang dialog antaragama di Indonesia," tambah Addin.
Wafatnya Paus Fransiskus, kata Addin, menjadi momen penting bagi seluruh bangsa Indonesia untuk merefleksikan kembali pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat tanpa memandang agama dan latar belakang untuk terus menyalakan semangat cinta kasih dan persaudaraan.
"Warisan Paus Fransiskus bukan hanya bagi umat Katolik, tetapi bagi kita semua yang peduli pada masa depan dunia yang damai dan adil. Mari kita teruskan perjuangan beliau lewat aksi-aksi damai nyata di lingkungan kita," pungkasnya.*