JAKARTA – PLN meningkatkan pengawasan terhadap sistem kelistrikan di daerah rawan banjir sebagai langkah antisipasi guna memastikan keselamatan masyarakat. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat sengatan listrik selama musim hujan dan banjir tahun 2025.  

Thomas Anggoro, Tim Leader K3L UID PLN DKI Jakarta wilayah Cempaka Putih, menyatakan bahwa pemantauan intensif dan respons cepat dari tim PLN berperan besar dalam mencegah kecelakaan listrik di wilayah terdampak.  

PLN melakukan monitoring secara berkala dan menerapkan prosedur ketat untuk memastikan keamanan jaringan listrik di daerah banjir. Hasilnya, hingga saat ini kami berhasil mencapai nol kecelakaan listrik, ujar Thomas saat ditemui di posko siaga banjir PLN.  

Langkah Strategis PLN dalam Menangani Kelistrikan Saat Banjir

Untuk memastikan keselamatan masyarakat selama musim hujan, PLN telah menerapkan berbagai langkah mitigasi, antara lain:  

1. Pemantauan debit air dan kondisi jaringan listrik bekerja sama dengan BMKG dan otoritas setempat, terutama di daerah yang berisiko tinggi seperti kawasan rendah dan dekat sungai.  
2. Inspeksi dan pengamanan instalasi listrik di rumah warga, fasilitas umum, dan pompa air guna mencegah potensi kebocoran listrik.  
3. Penerapan prosedur pemadaman listrik secara selektif di wilayah yang berisiko tinggi guna menghindari kejadian tersetrum.  
4. Sosialisasi kepada masyarakat mengenai keselamatan listrik, baik secara langsung maupun melalui media sosial.  
5. Pembentukan unit reaksi cepat untuk pemulihan jaringan listrik setelah banjir surut agar pasokan kembali normal dengan aman.  

Apresiasi dan Evaluasi Layanan PLN  

Langkah cepat PLN dalam memastikan keamanan listrik selama musim hujan mendapat apresiasi dari masyarakat. Namun, masih ada catatan evaluasi terkait layanan digital PLN yang perlu ditingkatkan.  

"Kami mendukung langkah PLN yang telah bekerja cepat dalam melayani masyarakat, tetapi di sisi lain, aplikasi PLN Mobile harus lebih optimal. Beberapa pelanggan mengalami kendala saat mengisi token listrik pada malam hari karena sistem mengalami gangguan, ujar Joko Priyoski, Koordinator Nasional Kaukus Eksponen Aktivis '98 (KEA '98), pada Rabu 12 Maret 2025.