JAKARTA – Potongan video Presiden Prabowo Subianto yang meminta awak media meninggalkan ruangan saat pembukaan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 pada Kamis (26/6/2026) sempat memicu sorotan di media sosial. Potongan video tersebut memunculkan narasi keliru bahwa wartawan "diusir" dari forum.

Namun, berdasarkan kronologi acara di lapangan, permintaan tersebut disampaikan secara santun setelah Presiden menyelesaikan pidato pembukaannya dalam sesi yang memang terbuka untuk umum. Acara kemudian dilanjutkan dengan forum diskusi internal yang digelar secara tertutup bersama para guru besar, rektor, peneliti, dan akademisi.

Perubahan format dari sesi terbuka menjadi tertutup ini merupakan bagian dari agenda resmi Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 yang dirancang untuk membahas berbagai isu strategis nasional secara lebih mendalam.

Kronologi Transisi Sesi Terbuka ke Forum Tertutup

Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 ini dihadiri oleh sekitar 2.600 peserta dari kalangan akademisi, guru besar, peneliti, pimpinan perguruan tinggi, serta pejabat pemerintah.

Pada sesi awal, Presiden Prabowo menyampaikan pidato pembukaan yang disiarkan secara langsung dan terbuka untuk publik, termasuk melalui kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden. Dalam pidatonya, Kepala Negara menekankan pentingnya peran riset, inovasi, dan perguruan tinggi dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Setelah pidato pembukaan selesai, Presiden menjelaskan bahwa agenda akan berlanjut ke sesi diskusi terbatas. Pada momen inilah, awak media diminta untuk menyudahi peliputan langsung di dalam ruangan karena forum akan beralih menjadi sesi diskusi internal. Sejalan dengan itu, siaran langsung (live streaming) juga dihentikan sebelum dialog dimulai.

Alasan Presiden Gelar Diskusi Tertutup

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa sesi tertutup tersebut sengaja dirancang agar pemerintah dan kalangan akademisi dapat berdiskusi secara lebih leluasa. Dalam forum terbatas itu, Presiden ingin memaparkan sejumlah data dan fakta penting untuk dibahas bersama secara mendalam.