PORTALBANTEN -- Islamabad menjadi saksi komitmen kuat Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Dalam kunjungan resminya ke Pakistan, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya solusi dua negara atau two-state solution sebagai jalan keluar bagi konflik yang berkepanjangan ini.
Setibanya di Bandara Nur Khan, Prabowo disambut hangat oleh Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Muhammad Shehbaz Sharif. Pertemuan bilateral ini menjadi momen strategis untuk memperkuat kerja sama antara kedua negara, terutama dalam menyikapi isu kemanusiaan di Gaza.
“Kami mencapai banyak kesepakatan di berbagai bidang. Para menteri luar negeri kita terus berkomunikasi secara erat, dan kita akan selalu menjaga posisi bersama terkait Palestina. Sekali lagi, kami tidak akan goyah dalam dukungan kami terhadap solusi dua negara bagi Palestina,” kata Prabowo, Selasa (9/12).
Prabowo menekankan bahwa Indonesia dan Pakistan memiliki nilai-nilai yang sejalan sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar, yang menjunjung tinggi moderasi, inklusivitas, dan toleransi. Dalam kesempatan ini, ia juga mengundang PM Sharif dan para pemimpin Pakistan lainnya untuk berkunjung ke Indonesia, guna memperkuat kemitraan strategis kedua negara.
Perdana Menteri Pakistan, Muhammad Shehbaz Sharif, menyambut baik kedatangan Prabowo. Ia menyebut kunjungan ini sebagai momentum penting untuk menghidupkan kembali hubungan erat antara kedua negara.
“Selamat datang di Pakistan. Suatu kehormatan besar bagi saya untuk menyambut Anda atas nama rakyat dan pemerintah Pakistan. Ini adalah kunjungan seorang Presiden Indonesia setelah tujuh tahun, dan seperti pepatah mengatakan, tidak pernah ada kata terlambat,” ungkap Sharif.
Sharif juga memuji ketegasan Prabowo terkait isu Gaza. “Langkah-langkah visioner Anda menunjukkan komitmen tulus terhadap kemajuan rakyat Indonesia. Sikap tegas Anda mengenai Gaza turut berkontribusi pada perdamaian di kawasan tersebut,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pakistan dan Indonesia akan terus memperkuat hubungan di berbagai bidang, termasuk upaya bersama memperjuangkan perdamaian dan kemerdekaan Palestina.
“Kita adalah dua negara bersaudara. Kunjungan ini akan membawa hubungan luar biasa kita ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” tutupnya.*