PORTALBANTEN – Semangat meningkatkan kapasitas diri sebagai wartawan tampak begitu kuat dalam pelaksanaan Karya Latih Wartawan (KLW) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten di Sekretariat Unit Pokja PWI Lebak Selatan, Senin (12/5/2025).
Dalam kegiatan bertema "KLW Merupakan Awal Mengenal PWI, Bagaimana Berorganisasi yang Baik dan Benar", sebanyak 16 peserta mengikuti rangkaian pelatihan yang menjadi tahapan awal dalam proses keanggotaan organisasi jurnalis tertua di Indonesia tersebut.
Namun lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini menjadi panggung penguatan komitmen dan solidaritas wartawan, terutama di daerah selatan Lebak yang selama ini jauh dari pusat aktivitas jurnalisme. Salah satu kisah menginspirasi datang dari Hedi Sofyan, wartawan Bungasbanten.id, yang tetap hadir meski tengah berduka.
“Sebenarnya saya sedang berkabung, baru ditinggal istri untuk selama-lamanya. Tapi demi menambah ilmu dan wawasan kewartawanan, saya menyempatkan diri mengikuti kegiatan KLW ini,” ungkap Hedi, dengan mata berkaca.
Ketua PWI Provinsi Banten, Rian Nopandra, menyampaikan bahwa PWI bukan sekadar organisasi, melainkan wadah belajar dan tumbuh bagi wartawan. “KLW ini adalah starting point. PWI adalah rumah bersama tempat kita terus mengasah diri,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris PWI Banten Fahdi Khalid juga mengapresiasi semangat wartawan di selatan Lebak. “Meski baru terbentuk, Pokja PWI Lebak Selatan sudah mampu menyelenggarakan kegiatan keanggotaan. Ini luar biasa,” katanya.
Ketua Unit Pokja PWI Lebak Selatan, Asep Dedi Mulyadi, selaku ketua pelaksana kegiatan, berharap semua peserta bisa mengikuti seluruh tahapan hingga tuntas. “Kami ingin memberi kontribusi nyata dalam membangun SDM jurnalis di wilayah selatan,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh PWI dari berbagai daerah, termasuk Ketua Bidang Organisasi PWI Banten Teguh Akbar Ilham dan Ketua PWI Kota Cilegon Ahmad Fauzi Chan, yang juga menjadi narasumber dalam pelatihan.
Karya Latih Wartawan ini menjadi bukti bahwa semangat belajar dan berorganisasi tidak mengenal batas geografis maupun kondisi pribadi. Di tengah tantangan, insan pers tetap teguh memperkuat integritas dan profesionalismenya.*