PORTALBANTEN - Harta kekayaan Ridwan Kamil kembali menjadi bahan perbincangan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumahnya pada Senin, 10 Maret 2025. Penggeledahan ini berkaitan dengan dugaan korupsi dana iklan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB). Isu ini kian menarik perhatian publik karena bertepatan dengan fakta bahwa kekayaan mantan Gubernur Jawa Barat ini mengalami peningkatan signifikan selama masa jabatannya.
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan ke KPK pada 29 Februari 2024, Ridwan Kamil tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 22,75 miliar. Meskipun jumlah ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun 2022, peningkatan hartanya sejak awal menjabat tetap mencolok. Sejak tahun 2018, kekayaannya bertambah sekitar Rp 8,7 miliar atau 57 persen dalam kurun waktu empat tahun.
Mayoritas kekayaan Ridwan Kamil berasal dari aset properti, dengan kepemilikan 21 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 17,85 miliar yang tersebar di Bandung, Gianyar, dan Jakarta Selatan. Beberapa aset tersebut bahkan diperoleh melalui hibah tanpa akta, sebuah fakta yang menimbulkan pertanyaan di tengah kasus yang sedang diselidiki oleh KPK.
Sebagai tokoh politik yang dikenal aktif di media sosial dan dekat dengan masyarakat, mantan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil selalu menampilkan citra sebagai pemimpin yang bersih dan transparan. Namun, dengan adanya lonjakan kekayaan yang signifikan dan penggeledahan KPK terkait dugaan korupsi, muncul pertanyaan apakah semua pertumbuhan aset ini berasal dari sumber yang sah.
Kekayaan Ridwan Kamil tak hanya mencakup properti, tetapi juga kendaraan dengan total nilai Rp 771,9 juta, serta simpanan dalam bentuk kas dan setara kas sebesar Rp 5,94 miliar. Ia juga memiliki surat berharga senilai Rp 720 juta, harta bergerak lain Rp 429 juta, dan utang sebesar Rp 3,4 miliar.
Publik kini menunggu apakah KPK akan menemukan kaitan antara lonjakan kekayaan ini dengan dugaan penyalahgunaan dana iklan Bank BJB. Hingga saat ini, Ridwan Kamil belum memberikan tanggapan resmi terkait penggeledahan tersebut.
Dengan reputasi yang selama ini dikenal profesional dan inovatif, Ridwan Kamil berada di titik krusial dalam perjalanan politiknya. Kasus ini akan menjadi ujian bagi integritasnya, sekaligus penentu arah dukungan politik di masa depan. Publik pun menunggu perkembangan lebih lanjut dari penyelidikan KPK untuk mengetahui apakah kasus ini sekadar dinamika politik atau benar-benar mengungkap praktik korupsi yang lebih dalam.*