PORTALBANTEN -- Aktor Rio Dewanto merasakan kebahagiaan yang mendalam setelah terlibat dalam film terbaru berjudul Pelangi di Mars. Dalam film ini, ia berperan sebagai Banyu, ayah dari karakter Pelangi yang diperankan oleh Messi Gusti.

Rio mengungkapkan rasa syukurnya, terutama mengingat minimnya pilihan film keluarga dan anak-anak di Indonesia. Kehadiran Pelangi di Mars, yang mengusung tema fiksi ilmiah, menjadi angin segar bagi para penonton.

“Bersyukur pastinya karena opsi film keluarga di Indonesia sangat sedikit kalau kita lihat ya dan seneng banget bisa terlibat,” kata Rio dalam acara Character Reveal Film Pelangi di Mars, di Doss Guava XR, Pejaten, Jakarta Selatan.

Menariknya, salah satu motivasi Rio untuk menerima tawaran ini adalah keinginan untuk memperlihatkan karyanya kepada putrinya, Salma Jihane Putri Dewanto. Selama ini, Salma belum pernah menyaksikan film-film yang dibintangi ayahnya, karena mayoritas film tersebut tidak cocok untuk anak-anak.

“Ketika ada film ini ditambah gue terlibat juga, wah seneng banget sih, karena anak gue suka nanya ‘Pah kapan kita nonton film papa’ dan gue juga pengen kan ngajak anak gue nonton film gue, tapi nggak bisa, masalahnya film gue nggak ada yang film anak-anak gitu,” ujarnya.

Rio juga telah memberitahu Salma tentang perannya dalam film ini, dan putrinya sangat antusias untuk menontonnya. “Sudah, sudah tahu. Dia happy banget, excited banget, dia enggak sabar pengin nonton,” tandas suami Atiqah Hasiholan ini.

Film Pelangi di Mars berlatar belakang tahun 2090, di mana persediaan air di bumi sangat terbatas dan dikuasai oleh perusahaan bernama Nerotex. Pelangi, seorang gadis berusia 12 tahun, adalah manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Mars, hidup sendirian setelah ditinggal ibunya, Pratiwi. Kesendiriannya berubah menjadi petualangan luar biasa saat ia bertemu dengan sekelompok robot yang telah lama ditinggalkan, dan bersama mereka, Pelangi berusaha menemukan mineral ajaib bernama Zeolith Omega yang diyakini dapat memurnikan air di bumi.*