PORTALBANTEN – Kasus pembunuhan sadis dengan mutilasi di Kelurahan Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, akhirnya terungkap. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang, Polda Banten, berhasil mengungkap fakta mengejutkan bahwa mayat yang dimutilasi dan disimpan dalam freezer ini terkait dengan penyelidikan kasus penipuan yang lebih dulu ditangani polisi.  

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono, dalam konferensi pers pada Jumat (14/3/2025), mengungkapkan bahwa tersangka dalam kasus ini adalah Marcellino Raun (MR). MR merupakan pelaku tunggal yang telah membunuh dan memutilasi sepupunya sendiri, Jefry Rarun (JR), karena dendam pribadi.  

Awal Pengungkapan Kasus Mutilasi di Pasar Kemis Tangerang: Bermula dari Kasus Penipuan

Kasus ini terbongkar bukan karena laporan pembunuhan, melainkan dari penyelidikan kasus penipuan yang dilakukan oleh Polres Jakarta Utara. JR, yang ternyata telah menjadi buronan kasus penipuan sejak 2017, dilacak keberadaannya oleh penyidik hingga ke rumahnya di Perumahan Villa Tomang Baru, Pasar Kemis, Tangerang.  

Namun, saat penyidik mendatangi rumah tersebut pada Kamis (13/3/2025), mereka hanya menemukan MR. Saat menggeledah rumah, petugas mencurigai keberadaan sebuah freezer yang diikat rantai. Setelah dibuka, mereka menemukan potongan tubuh manusia yang kemudian diketahui adalah JR.  

“Tim dari Polres Jakarta Utara yang sedang menangani kasus penipuan menemukan hal yang tidak terduga. Di dalam freezer, mereka menemukan mayat yang sudah dimutilasi. Setelah itu, kasus ini segera dikoordinasikan dengan Polresta Tangerang untuk ditindaklanjuti,” ujar Kombes Baktiar.  

Motif Dendam Lama Berujung Mutilasi 

Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa pembunuhan ini terjadi karena MR menyimpan dendam terhadap JR. Tersangka mengaku telah lama diperlakukan kasar dan merasa dimanfaatkan oleh korban sejak kecil.  

“MR sudah tinggal bersama keluarga korban sejak bayi. Lalu, pada Februari 2022, ia mulai tinggal bersama JR di rumah tersebut. Namun, karena merasa terus dimanfaatkan dan diperlakukan dengan kasar, akhirnya ia merencanakan pembunuhan ini,” jelas Kapolres.