PORTALBANTEN – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuka peluang adanya kesepakatan untuk memisahkan operasional TikTok di Amerika Serikat dari perusahaan induknya di China, ByteDance. Hal ini disampaikannya kepada wartawan di Gedung Putih pada Rabu (9/4), hanya beberapa hari setelah rencana tersebut sempat tertunda.

Trump menyatakan bahwa kesepakatan potensial itu masih “di atas meja”, seraya menekankan bahwa beberapa perusahaan AS yang berminat dinilai cukup kuat dan mampu menjalankan TikTok dengan baik di bawah kontrol lokal.

"Kami memiliki kesepakatan dengan beberapa pihak yang sangat baik, perusahaan-perusahaan kaya yang akan menangani ini dengan sangat baik. Tapi kita harus menunggu dan melihat bagaimana perkembangan dengan China,” kata Trump, dikutip PB dari laman Reuters.

Namun, kesepakatan ini tak lepas dari kontroversi. Sejumlah senator AS menolak gagasan tersebut dan menyuarakan kekhawatiran bahwa hal ini tetap membuka peluang keterlibatan China dalam urusan data warga Amerika. Senator Tom Cotton bahkan menyatakan bahwa Kongres tidak akan melindungi pihak mana pun yang tetap berbisnis dengan “China”.

TikTok sendiri hingga kini belum memberikan tanggapan resmi atas isu tersebut.

Pemerintah AS sebelumnya telah memberi ByteDance waktu hingga 19 Juni 2025 untuk melepas kendali atas aset TikTok di AS. Jika tidak, aplikasi video pendek yang digunakan sekitar 170 juta warga Amerika itu terancam diblokir.

Rencana kesepakatan ini akan membentuk entitas baru TikTok di AS yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh investor Amerika dan beroperasi penuh di bawah yurisdiksi AS. Namun, satu kendala besar tetap membayangi: persetujuan dari pemerintah China sebagai pemilik induk ByteDance.

Sementara proses terus berjalan, sumber internal menyebutkan bahwa penyelesaian sengketa tarif antara AS dan China juga menjadi bagian penting dari kesepakatan ini.

Dengan waktu yang kian menipis menuju tenggat 19 Juni, nasib TikTok di Amerika Serikat kini kembali berada dalam negosiasi politik dan bisnis tingkat tinggi.*