PORTAL BANTEN - Upaya pencarian terhadap korban musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang melayani rute Ketapang – Gilimanuk terus dilakukan oleh tim SAR gabungan hingga Jumat (4/7/2025) pukul 16.00 WIB. Pencarian ini tidak hanya dilakukan di laut, tetapi juga melalui udara dan darat.
Pencarian di laut difokuskan di perairan Selat Bali, menjangkau dari utara hingga selatan. Sementara itu, tiga SRU udara melaksanakan pencarian dari arah yang sama. Di sisi lain, SRU darat melakukan pemantauan di sepanjang pesisir Selat Bali, baik dari Ketapang maupun Gilimanuk.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan BASARNAS, R. Eko Suyatno, mengungkapkan bahwa pencarian pada H+2 ini dimulai sejak pukul 07.00 WIB, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan korban.
“Kendala yang kami hadapi adalah kondisi cuaca di perairan Selat Bali yang tidak bersahabat,” kata Eko Suyatno, Jumat (4/7/2025). Menurut data dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Banyuwangi, cuaca menunjukkan hujan ringan dengan kecepatan angin antara 4 hingga 14 knots dari arah selatan ke barat daya, serta ketinggian gelombang antara 0,4 hingga 1,25 meter.
Menanggapi informasi dari Kedutaan Besar Malaysia mengenai WNA asal Malaysia yang diduga menjadi penumpang KMP Tunu Pratama Jaya, Eko Suyatno menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jatim dan Kepolisian untuk menelusuri nomor polisi mobil travel yang diduga digunakan oleh WNA tersebut.
“Setelah ditelusuri, kami menemukan bahwa nomor polisi kendaraan tersebut memang terdaftar sebagai salah satu penumpang KMP Tunu Pratama Jaya. Namun, dari delapan nama dalam manifest travel, tidak ada nama WNA yang dimaksud,” jelas Eko Suyatno.
Data terbaru mengenai korban selamat yang dirilis pada Kamis (4/7/2025) menunjukkan adanya perubahan. Awalnya tercatat 29 orang korban selamat, di mana 21 orang telah diserahkan kepada keluarga di Ketapang, dan 8 orang di Gilimanuk. Namun, setelah konfirmasi lebih lanjut, jumlah korban selamat yang terverifikasi adalah 9 orang di Gilimanuk.
Dengan demikian, total korban yang ditemukan dari insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya adalah 36 orang, terdiri dari 30 korban selamat dan 6 orang yang ditemukan meninggal dunia. Data menunjukkan bahwa masih ada 29 orang yang belum ditemukan sesuai manifest kapal.
“Sebelumnya, tidak ada nama Yudi atau Wahyudi dalam daftar korban selamat, namun ternyata yang bersangkutan sudah ditemukan selamat dan dijemput oleh keluarganya di Gilimanuk tanpa melapor ke Posko SAR Gabungan,” tambah Eko Suyatno.