PORTALBANTEN — Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional 2025, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengambil langkah nyata membangun gerakan kolektif kesiapsiagaan bencana di lingkungan kampus. Melalui pertemuan lintas organisasi di Ruang IKALUM UMJ, Business Center, Kamis (24/4/2025), mereka mendeklarasikan komitmen untuk mewujudkan UMJ sebagai Kampus Tangguh Bencana.
Forum ini mempertemukan berbagai elemen mahasiswa, mulai dari organisasi kebencanaan, kesehatan, pertanian, sosial hingga kelembagaan kampus. Di antaranya ERDAMS FKM UMJ, HIMA Agroteknologi & Agribisnis FAPERTA, TBM Meridien FKK UMJ, DPM UMJ, HIMIA FISIP, HMKS FISIP, Hizbul Wathon dan STACIA UMJ.
“Bagi kami, ini adalah awal. Langkah pertama menujuekosistem kampus yang benar-benar tangguh terhadapbencana,” ujar Nirwan Dwi Putra Perwakilan IKALUM UMJ.
Pertemuan tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga mematangkan agenda jangka panjang berupa program pelatihan kesiapsiagaan, simulasi evakuasi berkala, hingga kampanye edukasi publik. Salah satu inisiatif simbolik adalah produksi video kampanye bertema "Kesiapsiagaan adalah Tanggung Jawab Bersama", yang melibatkan semua organisasi peserta.
Gerakan ini digerakkan oleh ERDAMS FKM UMJ dan difasilitasi oleh Ikatan Alumni FKM UMJ (IKALUM UMJ) sebagai bentuk dorongan agar kesiapsiagaan bencana menjadi bagian dari budaya kampus, bukan sekadar seremoni tahunan.
Dalam momentum ini juga dilakukan aksi kentongan serentak pukul 10.00 pagi, mengikuti tradisi nasional yang dicanangkan BNPB. Kentongan dipilih sebagai pengingat sederhana bahwa kesiapsiagaan harus berakar dari kearifan lokal yang mudah diterapkan.
"Langkah ini adalah pijakan awal. Kami berkomitmen menjadikan kampus sebagai agen perubahan dalam menghadapi risiko bencana," ujar Nirwan Dwi Putra dari IKALUM UMJ.
Langkah kolaboratif ini menandai awal pembentukan ekosistem Kampus Tangguh Bencana di UMJ, yang diharapkan bisa menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya dalam memperkuat kapasitas menghadapi bencana melalui pendekatan berbasis komunitas mahasiswa.*